Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 00:04 WIB
Hightlight News

Ini Langkah Kemendag Jelang Puasa & Lebaran 2017

Oleh : - | Jumat, 24 Maret 2017 | 08:09 WIB

Upaya-Upaya yang Sudah Dilakukan

Ini Langkah Kemendag Jelang Puasa & Lebaran 2017
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta – Kementerian Perdagangan terus memantau dan memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok masyarakat menjelang Puasa dan Lebaran 2017/1438 H.

Upaya ini dilakukan bersama-sama para Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan seluruh Indonesia melalui rapat koordinasi (rakor) yang berlangsung hari ini, Rabu (22/3), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

"Kemendag berupaya mengantisipasi sejak dini potensi kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional. Secara alamiah kenaikan harga terjadi akibat kenaikan permintaan. Ini yang harus diantisipasi dengan ketersediaan stok," ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat memimpin rakor.

Hal ini sejalan dengan mandat Presiden Joko Widodo kepada Menteri Perdagangan untuk mengendalikan stok dan harga pangan domestik.

Dalam rakor tersebut dibahas identifikasi ketersediaan pasokan dan harga barang kebutuhan pokok di tingkat nasional dan di daerah; serta identifikasi kesiapan pemerintah daerah untuk menghindari terjadinya kekurangan pasokan, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi atau penimbunan barang kebutuhan pokok secara tidak wajar di daerah masing-masing.

Mendag menjelaskan dari hasil pantauan dalam kurun waktu sebulan terakhir, tercatat harga barang kebutuhan pokok cenderung stabil bahkan turun, terutama untuk cabe rawit merah, cabe merah besar, dan cabe merah keriting, masing-masing turun 13,85%; 13,88%; dan 10,54%.

"Harga barang pokok dalam sebulan terakhir relatif stabil, bahkan cenderung turun. Kami akan terus memastikan harga barang pokok tetap stabil dan pasokan terjaga," tegas Mendag.

Kemendag, lanjutnya, telah membangun sistem informasi harga dan pasokan yang terintegrasi. Hingga saat ini telah dilakukan pemantauan harga barang pokok dan barang penting di 165 pasar rakyat yang ada di 34 ibu kota provinsi dan 48 kab/kota secara harian.

Untuk tahun 2017 titik pantauan akan ditambahkan. "Tahun ini, selain titik pantuan harga tersebut, Kemendag juga melakukan pantauan ketersediaan stok/pasokan 18 komoditas di 84 pasar rakyat, serta pasokan cabe dan bawang merah di 10 pasar induk dan 6 sentra produksi," tegasnya.

Selain itu, Kemendag juga akan memanfaatkan Sistem Informasi Perdagangan Antar Pulau (SIPAP) untuk mendukung implementasi program Tol Laut. "Pemanfaat SIPAP dapat mendorong perdagangan antarpulau yang saling menguntungkan," imbuhnya.

Untuk meningkatkan upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat, dalam rakor ini Mendag meminta Pemerintah Daerah untuk turut memantau dan melaporkan perkembangan harga harian secara intensif di pasar pantauan pada H-14 Puasa s/d H+2 Lebaran, serta jumlah stok barang kebutuhan pokok yang dimiliki pedagang di pasar pantauan.

"Laporan perkembangan harga dan jumlah stok barang pokok diperlukan untuk mengetahui perkiraan kebutuhan stok harian barang kebutuhan pokok di pasar," jelas Mendag.

Dalam rakor tersebut, beberapa Kepala Dinas memaparkan laporan harga dan stok saat ini kepada Mendag. Paparan ini menjadi masukan bagi Kemendag untuk melakukan pemantauan ke depannya.

Mendag mengimbau, jika terjadi kenaikan harga yang di luar kewajaran, Pemerintah Daerah diminta mengambil langkah-langkah koordinatif untuk menstabilkan harga.

Keamanan dan kelancaran distribusi barang di daerah masing-masing pun menjadi perhatian utama Kemendag. "Pemerintah Daerah diharapkan dapat mencarikan solusi alternatif distribusi apabila terjadi hambatan atau gangguan kelancaran distribusi di tingkat regional dan nasional seperti pasar tumpah, kerusakan jalan, dan hambatan lainnya," imbaunya.

Mendag juga meminta ditingkatkannya koordinasi antarinstansi di daerah untuk menjaga keamanan produk pangan yang beredar, khususnya K3L; memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok untuk menghindari keresahan masyarakat melalui kegiatan Operasi Pasar dan Pasar Murah di lokasi-lokasi permukiman masyarakat berpendapatan rendah selama Puasa dan Lebaran; serta menjaga keamanan dan kelancaran distribusi pasokan barang kebutuhan pokok yang didukung kesiapan moda angkutan barang.

Untuk menjaga kenyamanan pasar bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok, Mendag meminta agar tidak ada lagi lapak-lapak di depan pasar. Ke depannya, kata Mendag, pasar harus dijalankan dengan manajemen yang modern.

"Revitalisasi pasar rakyat yang menjadi program Kemendag juga dimaksudkan untuk mendukung kelancaran logistik dan distribusi barang kebutuhan masyarakat, serta mendorong penguatan pasar dalam negeri," pungkas Mendag.

 

1 2

Tags

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget
x