Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 18:51 WIB

Inilah Fokus Revisi Aturan Transportasi Online

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 25 Maret 2017 | 16:10 WIB
Inilah Fokus Revisi Aturan Transportasi Online
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan aturan perihal transportasi online yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Dalam aturan tersebut pemerintah merevisi 11 poin yakni Jenis angkutan sewa, Kapasitas silinder mesin kendaraan, Batas tarif angkutan sewa khusus, Kuota jumlah angkutan sewa khusus, Kewajiban STNK berbadan hukum, Pengujian berkala (KIR), Pool, Bengkel, Pajak, Akses Dashboard dan Sanksi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, J.A. Barata mengatakan dalam revisi 11 point tersebut semua pihak sudah menyetujuinya dan tidak ada permasalahan.

"Respon tidak ada yang berkeberatan, bahkan sepakat," kata Barata dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (25/3/2017).

Barata bilang tujuan dari adanya revisi Permen Hub Nomer 32 ini untuk kepentingan kedua pihak baik pelaku usaha transportasi online ataupun konvensional.

"Pertama kita mengatakan bahwa aturan ini dibuat untuk keselamatan dan kenyamanan bertransportasi. Kedua, di dalam perumusan revisi ini juga ada kesetaraan dalam bertransportasi, dengan menampung kebutuhan publik," paparnya.

Dia juga bilang selama perumusan revisi Permen tersebut melibatkan banyak pihak tidak hanya dari sisi para pelaku transportasi saja.

"Melibatkan akademisi, pengamat transportasi, dan pemangku kepentingan lainnya. Ini komprehensif kita bahasnya. Selama 6 bulan juga ada uji publik selama 2 kali, di Makassar dan Jabotabek," jelasnya. [hid]

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa tarif transportasi taksi online memang tidak sehat, sehingga membuat taksi konvensional pada umumnya kalah saing dan membuat iklim investasi menjadi tidak baik.

"Sekarang ini ada iklim kurang sehat kompetisi, dengan melakukan suatu diskon dan sebagainya. Ini kan Membuat struktur pembiayaan atau struktur investasi tidak baik," kata Menhub Budi beberapa waktu lalu.

Akibat hal ini lanjut Menhub Budi ada ketidaksetaraan antara pengusaha dan konsumen, lantaran tarif yang berbeda. "Kesetaraan ini adalah kesetaraan operator dan kesetaraan konsumen juga," ujarnya.

Sehingga kata dia dengan adanya tarif dengan skema batas atas dan batas bawah, akan lebih mensehatkan kompetisi usaha bagi pengusaha transportasi ditanah air.

"Tapi kalau kita koordinir suatu skema yang baik ada pola pembatasan tarif dengan sendirinya tidak terjadi suatu perang tarif. Kalau perang tarif tidak terjadi iklim usaha akan lebih baik," katanya.

"Secara online dengan konvensial, online tidak mendominasi semuanya memberikan kesempatan bagi operator konvensional dengan caranya sendiri. Tapi disisi lain, dengan kemajuan online keharusan angkutan konvensional melakukan improvement, apakah dia jadi online juga, apakah servis bagus sehingga konsumen merasakan tambahan. Satu konsep besar, satu sisi operator lebih baik, tidak masalah, kedua masyarakat diuntungkan. Sekarang dapat diskon itu sesaat tidak akan perang tarif berlaku terus," jelasnya. [hid]

 
x