Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 18:51 WIB

Organda Anti Transportasi Online, Ini Alasannya

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 25 Maret 2017 | 18:20 WIB
Organda Anti Transportasi Online, Ini Alasannya
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menjamurnya transportasi berbasis aplikasi online membuat fenomena baru di Indonesia, kehadiran transportasi online ini memberikan pilihan baru bagi konsumen dalam berpergian setiap hari.

Namun ada satu hal yang harus diperhatian oleh pemerintah, masifnya perekrutan oleh perusahaan transportasi online sebut saja Go-Jek, Grab dan Uber memberikan dampak yang besar bagi transportasi konvensional terutama soal pendapatan. Sementara aturan transportasi online masih abu-abu.

"Organda tidak menentang model transportasi online. Permenhub (Peraturan Menteri Perhubungan) ini hanya soal roda empat, tapi potensi (konflik) yang besar masih di roda dua, ini terkait dengan masyarakat kalangan bawah," ujar Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (25/3/2017).

Dia mencontohkan aturan yang disebutnya abu-abu adalah penggunaan sepeda motor yang jelas bukanlah angkutan umum. Pemerintah menurut dia harus mengatur hal ini.

"Perusahaan aplikasi ini masif merekrut kendaraan-kendaraan pribadi termasuk roda dua. Ini kan kendaraan roda dua bukan untuk angkutan umum," sesalnya.

Dia bilang potensi konflik masih akan terus terjadi antara pelaku transportasi online dengan konvensional jika aturan yang dibuat oleh pemerintah masih saja abu-abu. Untuk itu dirinya berharao pemerintah membuat aturan yang tegas terkait hal ini.

"Kalau wilayah ini abu-abu terus, akan ada konflik terus. Kok angkot tega menabrak pengemudi Grab, ini karena akumulasi dari kekecewaan sekian lama sehingga dihajar," katanya. [hid]

 
x