Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:07 WIB

Darmin: Pasca Panen Pertanian Masih Boros

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 25 Maret 2017 | 19:27 WIB
Darmin: Pasca Panen Pertanian Masih Boros
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, membuka dan meresmikan program "AKSI Pangan: Akselerasi Keuangan, Sinergi, Inklusi untuk mendukung Kedaulatan Pangan" di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Dalam sambutannya Darmin bilang, dukungan terhadap pembiayaan kepada sektor produksi menjadi sangat penting, terutama bagi sektor pertanian.

"Dukungan terhadap pembiayaan produksi menjadi penting bagi pengembangan dan transformasi pertanian kita," ujar Darmin dalam keterangan tertulisnya Sabtu (25/03/2017).

Pada tahun 2015, lanjut Darmin, Indonesia hanya sedikit mengimpor beras. Sehingga, Indonesia semakin dekat untuk bisa swasembada beras, sesuai dengan Nawa Cita yang ingin mewujudkan ketahanan pangan.

"Kita sudah berada di titik yang sangat dekat dengan swasembada. Semoga acara ini kita semakin cerdas merancang kegiatan pangan. Sehingga bisa membawa kesejahteraan khususnya petani semakin baik," katanya.

Namun, yang menjadi perhatian pemerintah adalah masih tingginya presentase produksi petani yang terbuang bahkan busuk. Sehingga harapannya dapat meminimalisir produksi yang terbuang sia-sia.

"Dimulai dari saat menyabit, ditaruh padi itu ditruk sehingga tercecer beras itu ketika diantar ke tempat lain sampai dengan ke penggilingan. Setelah kita hitung, yang terbuang sejak panen sampai berubah menjadi beras paling tidak kisaran 20 persen. Tidak main-main jumlah itu," ujarnya.

Sebagai informasi, Program AKSI Pangan diikuti oleh 23 pelaku industry keuangan baik bank maupun non bank serta 3 perusahaan Financial technology (fintech) ataue-commerceyang memiliki bisnis inti di sektor pertanian dan pangan. Industry keuangan akan berkomitmen untuk meningkatkan akses keuangan dan pembinaan di sektor pertanian ini.

Dalam 2017, komitmen 19 bank partner adalah peningkatan penyaluran kredit pada sector tani, buruh dan hutan sebesar 14,12% menjadi Rp 260 trilin. Asuransi usaha tani, premi dan luas lahan terlindungi akan meningkat 64,88% menjadi Rp 180 miliar dan 1 juta hektar. Asuransi usaha ternak sapi, premi dan jumlah sapi terlindungi akan meningkat 238,42% menjadi Rp 27 miliar dan 120 ribu ekor sapi. Penjaminan sector pertanian meningkat 6,42% menjadi Rp 8,8 triliun. Penjaminan KUR sector pertanian meningkat 5,44% menjadi Rp 9,9 triliun. [lat]

 
x