Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 26 Mei 2017 | 22:03 WIB

Ilmuwan Maritim Minim Bikin Menko Luhut Prihatin

Oleh : - | Senin, 3 April 2017 | 01:39 WIB
Ilmuwan Maritim Minim Bikin Menko Luhut Prihatin
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di depan para siswa Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Banten, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan mengeluarkan tantangan serius.

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Minggu (2/4/2017), Menko Luhut saat menjadi pembicara dalam acara Global Issues Network 2017 di Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Banten, berharap agar generasi muda tertarik mendalami ilmu pengetahuan kemaritiman. "75 persen warga Indonesia melaut itu masih sedikit sekali. Studi kita mengenai kekayaan laut, sea bed mining (pertambangan bawah laut) kita kecil, pengetahuan kita mengenai laut sangat kecil, jadi energi yang ada di sana itu apa saja? Mineral-mineral itu banyak tapi kita tidak tahu," kata Luhut.

Menurut dia, meski 75% warga Indonesia memiliki mata pencaharian sebagai pelaut, sayangnya masih sedikit yang mengerti soal kekayaan laut di Indonesia.

Diharapkan, generasi muda mampu mempelajari segala aspek yang dimiliki Indonesia, khususnya kelautan sehingga mereka paham betul bagaimana menjaga dan melestarikannya. "Belum lagi bermain masalah angkutan tol laut. Sekarang kita bikin Roro (kapal roll on roll off), pemerintah dari Jakarta ke Semarang, Jakarta ke Surabaya, Jakarta ke Lampung, yang satu kali Roro itu bisa mengangkut 169 truk-truk besar, itu kan akan membuat biaya transportasi kita turun, jalan kita lebih longgar, hal semacam itu yang perlu kita kembangkan," ucapnya.

Pembangunan, kata Luhut, juga harus dilakukan di segala bidang secara berkesinambungan. Pemerintah, lanjut dia, sedang mengembangkan wilayah Sumbawa untuk bisa menjadi lumbung pangan nasional.

"Selama ini kurang untuk lumbung pangan. Jadi kita perbaiki infrastrukturnya, seperti jalan, pelabuhan, listrik, air. Itulah yang kita namakan penanganan secara holistik. Jadi tidak bisa penanganan ini dilakukan oleh sendiri sendiri, harus dalam tim," tambahnya.

Mantan Menko Polhukam itu juga menyampaikan keprihatinannya mengenai masih adanya masalah malnutrisi pada masyarakat dan anak-anak di wilayah pesisir. Walaupun 20% kemiskinan berhasil diatasi pemerintah, hal ini masih terus terjadi. [tar]

 
x