Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 19:41 WIB

Ratusan Investor Antri Investasi di Lombok

Oleh : - | Senin, 3 April 2017 | 05:39 WIB
Ratusan Investor Antri Investasi di Lombok
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Mataram - Sedikitnya 200 investor yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) blusukan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka membidik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

"Ratusan investor itu berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Ada dari Agung Podomoro Group dan Alam Sutera," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah REI NTB, Miftahuddin Ma'ruf di Mataram, Minggu (2/4/2017).

Miftahuddin mengatakan, kedatangan para pengembang properti tingkat nasional tersebut atas kerja sama DPP REI dengan Kementerian Pariwisata. Para pengusaha tersebut, sebelumnya menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) KE-45 REI di Bali, kemudian berlanjut di Pulau Lombok, untuk mengadakan pertemuan membahas rencana investasi.

Selama di Pulau Lombok selama dua hari, mereka akan mengunjungi berbagai objek wisata, seperti pantai Senggigi dan lokasi pengembangan perumahan di kawasan wisata tersebut.

Lebih lanjut, Miftahuddin bilang, para pengembang properti itu juga akan menyempatkan diri mempresentasikan rencana investasinya di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi NTB. "Momentum kedatangan tidak hanya berlibur semata, tapi bagaimana bisa memberikan manfaat untuk NTB," ujar Miftahuddin.

Kegiatan pertemuan juga akan dilakukan dengan jajaran PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola dan mengembangkan KEK Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah.

Melalui pertemuan tersebut diharapkan diperoleh informasi detail tentang potensi investasi yang bisa digarap, baik di dalam kawasan maupun di luar kawasan wisata.

Kata Miftahuddin, berbagai peluang investasi bisa digarap dengan adanya proyek pengembangan KEK Mandalika di antaranya pembangunan hotel yang dilengkapi dengan gedung pertemuan (convention hotel) dengan kapasitas mencapai lebih dari 3.000 orang seperti di Nusa Dua, Bali yang juga dikelola ITDC.

Selain itu, mengembangkan kawasan campuran dan kawasan komersial di KEK Mandalika, yang bisa dimanfaatkan untuk lokasi pembangunan rumah sakit, supermarket atau pusat perbelanjaan. "Jadi tujuan utama kedatangan teman-teman pengusaha dari kalangan REI adalah melakukan pertemuan investasi, di samping menikmati liburan di Lombok," katanya. [tar]

 
x