Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 08:34 WIB

Hipmi: Gagasan DP Rumah Cagub Anis-Sandi, Top

Oleh : - | Senin, 3 April 2017 | 07:29 WIB
Hipmi: Gagasan DP Rumah Cagub Anis-Sandi, Top
Ketua Badan Pengurus Pusat Hipmi bidang Organisasi, Anggawira - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengapresiasi ide down payment/DP, atau uang muka rumah 0 rupiah yang diusung paslon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Program ini memberikan kesempatan bagi generasi muda di Jakarta untuk memiliki rumiah hunian yang layak di Ibu Kota," kata Ketua Badan Pengurus Pusat Hipmi bidang Organisasi, Anggawira di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Anggawira, saat ini, generasi milenial banyak yang terancam tidak bisa mencicil atau membeli rumah di Jakarta karena kenaikan pendapatan mereka tidak sebanding dengan kenaikan harga tanah.

Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga tanah di kawasan ibukota dapat mencapai sekitar 15-20% per tahun. "Program 0 rupiah ini bisa menjadi solusi bagi mereka untuk mendapatkan rumah hunian yang layak," kata Anggawira.

Mengenai pandangan yang menyatakan bahwa program itu mustahil dilakukan, Anggawira menyanggah hal tersebut. Program ini justru sangat membantu memberikan skema kredit berupa subsidi DP bagi masyarakat menengah ke bawah yang sulit mendapatkan tempat tinggal.

"Kalau dibilang akan menghabiskan dana APBD DKI tentu saja tidak. Saya contohkan, untuk target penerima program sebanyak 50.000 keluarga maka Pemprov DKI akan menalangi DP sebesar Rp350 juta. Biaya tersebut, hanya 4 persen dari APBD DKI pertahunnya," paparnya.

Selain itu, ujar dia, DP yang ditalangi oleh Pemprov DKI tersebut pada akhirnya akan tetap kembali pada kas pemerintah karena konsumen akan tetap membayarnya lewat cicilan mereka.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan populasi dan kaum urban di perkotaan yang makin tinggi, memicu melesatnya kebutuhan perumahan yang memadai.

"Kalau ingin membuat pertumbuhan ekonomi domestik 'sustainable', sehat dan cukup tinggi, disertai daya beli, maka strategi perumahan menjadi sangat penting," kata Menkeu Mulyani.

Menurut menkeu yang sempat terseret mega korupsi Bank Century ini, populasi perkotaan di Indonesia, saat ini bertumbuh 4,1%. Atau lebih tinggi ketibang negara berkembang yang ikut menghadapi persoalan urbanisasi, semisal Cina sebesar 3,8%, atau India sebesar 3,1%.

Untuk itu, kebutuhan perumahan yang baik dan layak di daerah perkotaan menjadi sangat mendesak, karena bisa mengatasi persoalan kaum urban terkait daya beli dan mempunyai dampak lanjutan sebagai pendukung ekonomi domestik.

"Kita membutuhkan jumlah rumah yang semakin banyak karena proses urbanisasi dan pertumbuhan populasi di perkotaan sangat tinggi. Perumahan ini memiliki 'multiplier effect' sangat besar, karena bisa menjadi motor penggerak ekonomi," kata Mulyani.

Menkeu Mulyani bilang, kebutuhan perumahan di Indonesia, saat ini, mencapai 820 ribu hingga satu juta rumah per tahun. Di mana, sebanyak 40% dipenuhi melalui keterlibatan swasta, 40% swadaya masyarakat mampu, dan 20% masyarakat kurang mampu dengan subsidi pemerintah. [tar]

 
x