Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 17:30 WIB

Dana APBN Jumbo, Tapi Rakyat Masih Miskin

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 4 April 2017 | 11:10 WIB
Dana APBN Jumbo, Tapi Rakyat Masih Miskin
Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo menyinggung dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang begitu besar, namun sayangnya dana APBN yang besar tersebut tidak mampu untuk bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

"Kalau kita melihat RI, mestinya sudah banyak bagus. 71 tahun merdeka, ada ganjalan, whats wrong. Lihat APBN 2.080 triliun rupiah," kata Mardiasmo di Gedung Bursa Jakarta, Selasa (4/4/2017).

"Anggaran Rp2.200 triliun tahun 2018. transfer ke daerah 2005 masih Rp300-an, sekarang sudah Rp765 tahun ini. Rp 900-an sudah tiga kali lipat, dari jumlah banyak tadi enggak ada inline, enggak nendang, sejahtera, gigit jari," tambah Mardiasmo.

Dia bilang masalah ini adalah masalah yang serius yang harus dibenahi, terkait pengelolaan anggaran yang lebih baik lagi kedepannya, guna menciptakan cita-cita bangsa untuk mensejahterakan masayarakat.

"Bisa memperbaiki itu gimana, harus didiskusikan, ada yang salah atau yang kurang dari jumlah APBN fiskal space kita kurang apa," katanya.

Dirinya pun menyinggung tingkat kesenjangan atau gini rasio Indonesia, yang berada pada posisi 0,39, padahal, jika dilihat dari potensi Indonesia untuk menurunkan tingkat kesenjangan masih cukup besar.

"Terbosoan tax amnesty Rp114 triliun, jumlah deklarasi banyak, kenapa kesenjangan 0,40 saja, 0,39. Reformasi agraria, di pasar modal akses info, rakyat kecil tahu enggak pasar modal tahunya pasar tradisional, kita masih terlalu kecil," katanya.

Maka dari itu kata dia sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, bagaimana bisa inline kan ke APBN dan APBD. "Sinergi seluruh sektor fiskal dan moneter. Anggaran Rp2.080 triliun bisa menjadi cikal bakal. Kompetitveners ada, pengangguran berkurang, pemerataan, ketimpangan berkurang, ada gotong royongnya," jelasnya. [hid]

 
x