Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:10 WIB

Trump Sulut Ketegangan Dagang, Ini Kata Kedubes AS

Oleh : - | Rabu, 5 April 2017 | 15:09 WIB
Trump Sulut Ketegangan Dagang, Ini Kata Kedubes AS
Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Brian McFeeters - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mencak-mencak lantaran pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menuding Indonesia curang dalam hal perdagangan. Giliran Kedubes AS mengklarifikasi begini.

Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Brian McFeeters bilang, Presiden Trump berniat untuk menyelidiki penyebab defisit neraca perdagangan AS dengan belasan negara mitra, termasuk Indonesia. Hal itu dimaksudkan untuk membuka hambatan perdagangan produk-produk AS.

Menurut McFeeters, langkah yang ditempuh Trump dengan mengeluarkan perintah eksekutif tersebut, merupakan bagian kebijakan ekonomi pemerintah AS yang ingin memaksimalkan potensi perdagangan, serta mengurangi hambatan-hambatan ekspor produk AS.

"Perintah tersebut sebenarnya fokus kepada hambatan-hambatan yang mempersulit masuknya produk AS ke beberapa pasar, dan bagaimana kami harus mencari solusi untuk itu," ujar McFeeters di pameran Food and Hotel Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

McFeeters memastikan, kebijakan Trump tersebut tidak akan membawa dampak negatif bagi perdagangan dengan Indonesia. Dan, tidak akan ada hukuman yang diberikan AS kepada Indonesia setelah proses penyelidikan selesai dilakukan.

Ia pun menjelaskan bahwa defisit perdagangan AS terhadap Indonesia yang mencapai US$13 miliar pada 2016, bukan hanya disebabkan ketatnya regulasi Indonesia terhadap barang-barang impor, namun dapat terjadi secara alami.

"Ada banyak hal yang menyebabkan defisit perdagangan. Regulasi adalah salah satu faktor yang ingin kami kaji, tetapi pada dasarnya defisit dapat terjadi secara alami karena suatu negara membutuhkan barang-barang yang dapat disuplai negara lain," tutur McFeeters.

Pada Senin (3/4), Kementerian Dalam Negeri AS mengeluarkan daftar 16 ekonomi yang dirasa memiliki hubungan perdagangan tidak seimbang dengan Negeri Paman Sam.

Dalam daftar tersebut, perdagangan AS defisit paling besar terhadap China sebesar 347 miliar dolar AS diikuti berturut-turut Jepang, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia, Korea Selatan, Malaysia, India, Thailand, Prancis, Swiss, dan Taiwan.

Indonesia pun berada pada urutan 15 diikuti Kanada dengan surplus perdagangan sebesar US$11 miliar. [tar]

Komentar

 
x