Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:34 WIB

Anggaran Terus Ditambah tapi Rakyat Tetap Miskin

Oleh : M fadil djailani | Rabu, 5 April 2017 | 17:09 WIB
Anggaran Terus Ditambah tapi Rakyat Tetap Miskin
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution sepakat dengan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo bahwa APBN selalu naik sepanjang tahun, namun rakyat tetap saja miskin.

Pernyataan ini disampaikan Menko Darmin disela-sela pelantikan pejabat eselon II di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (05/04/2017). "Bahwa dalam 10 tahun terakhir, APBN naik lebih dari dua kali lipat tapi dampaknya ke ekonomi, jangankan dua kali lipat, tetap segitu saja," kata Menko Darmin.

Darmin berpikir, pasti ada yang salah dalam pengelolaan anggaran selama ini. "Mesti ada yang salah dan kita harus mencari cara memperbaikinya," katanya.

Sebelumnya Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo juga menyinggung dana APBN yang dimiliki oleh Indonesia yang begitu besar, namun sayangnya dana APBN yang besar tersebut tidak mampu untuk bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

"Kalau kita melihat RI, mestinya sudah banyak bagus. 71 tahun merdeka, ada ganjalan, whats wrong. lihat APBN Rp 2.080 triliun," kata Mardiasmo.

"Anggaran Rp 2.200 triliun tahun 2018. transfer ke daerah 2005 masih Rp 300-an, sekarang sudah Rp 765 tahun ini. Rp. 900-an sudah tiga kali lipat, dari jumlah banyak tadi enggak ada inline, enggak nendang, sejahtera, gigit jari," tambah Mardiasmo.

Dia bilang masalah ini adalah masalah yang serius yang harus dibenahi, terkait pengelolaan anggaran yang lebih baik lagi kedepannya, guna menciptakan cita-cita bangsa untuk mensejahterakan masayarakat. "Bisa memperbaiki itu gimana, harus didiskusikan, ada yang salah atau yang kurang dari jumlah APBN fiskal space kita kurang apa," katanya.

Dirinya pun menyinggung tingkat kesenjangan atau gini rasio Indonesia, yang berada pada posisi 0,39, padahal, jika dilihat dari potensi Indonesia untuk menurunkan tingkat kesenjangan masih cukup besar.

"Terbosoan tax amnesty Rp 114 triliun, jumlah deklarasi banyak, kenapa kesenjangan 0,40 saja, 0,39. Reformasi agraria, di pasar modal akses info, rakyat kecil tahu enggak pasar modal tahunya pasar tradisional, kita masih terlalu kecil," katanya.

Maka dari itu kata dia sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, bagaimana bisa inline kan ke APBN dan APBD. "Sinergi seluruh sektor fiskal dan moneter. Anggaran Rp 2.080 triliun bisa menjadi cikal bakal. kompetitveners ada, pengangguran berkurang, pemerataan, ketimpangan berkurang, ada gotong royongnya," tandasnya.[ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x