Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 26 Mei 2017 | 22:03 WIB

Luhut: Divestasi Freeport Wajib Beres Sebelum 2021

Oleh : - | Jumat, 7 April 2017 | 09:09 WIB
Luhut: Divestasi Freeport Wajib Beres Sebelum 2021
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ini masih soal PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) yang diberi izin ekspor enam bulan. Ihwal kewajiban divestasi 51% saham, Wajib tuntas sebelum berakhirnya kontrak di 2021.

Tak sedang bercanda, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bilang, divestasi 51% saham Freeport bisa kelar sebelum 2021. "Iya, saya lihat begitu (setuju divestasi). Ya bagaimana enggak setuju, itu kan milik bangsa Indonesia. Kita kan ingin baik-baik. Ya, sebelum itu (kontrak berakhir 2021), kami harap bisa," papar Menko Luhut usai Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah di Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017).

Luhut bilang, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu telah sepakat untuk mendivestasikan 51% saham. Dalam hal ini, pemerintah dan Freeport menyepakati penetapan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) bersifat sementara, yakni delapan bulan. Sambil menunggu kesepakatan hasil perundingan kedua.

Selama IUPK sementara berjalan, pemerintah dan Freeport melanjutkan perundingan, membahas stabilitas investasi, keberlangsungan operasi Freeport, divestasi saham, dan pembangunan smelter (fasilitas pemurnian dan pengolahan mineral).

Artinya, perundingan akan berlangsung 8 bulan sejak 10 Februari hingga 10 Oktober 2017. Di mana, pemerintah memiliki tim berunding dari Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kejaksaan Agung, Kementerian Dalam Negeri serta pemerintah daerah di Papua.

Saat ditanya soal penerbitan IUPK sementara untuk Freeport, Menko Luhut bilang, bukan dalam rangka menghindari ancaman arbitrase dari Freeport. "Kan sudah saya bilang berkali-kali kami mau melakukan dengan baik-baik, enggak usah ribut-ribut," tegas pria yang hobi renang dan karate ini.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Teguh Pamudji bilang, keluarnya IUPK sementara, memungkinkan Freeport melakukan ekspor konsentrat. "Dan membayar bea keluar," kata Teguh. [tar]

 
x