Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 November 2017 | 06:07 WIB

Trump Selidiki Defisit Dagang, Apa Maksud?

Oleh : M fadil djailani | Selasa, 11 April 2017 | 15:45 WIB
Trump Selidiki Defisit Dagang, Apa Maksud?
Presiden AS Donald Trump - (Foto: shaggytexas)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden AS Donald Trump kecewa atas defisit neraca perdagangan sebesar US$500 miliar, atau Rp 6.650 triliun (kurs Rp 13.300) selama 2016. Yang disalahkan 16 negara termasuk Indonesia.

Untuk itu, Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang berisi dua hal. Pertama, Kementerian Perdagangan AS harus menyusun laporan penyebab defisit dalam 90 hari. Kedua, peningkatan pendapatan cukai impor atas barang masuk ke AS.

Perintah eksekutif ini, bertujuan untuk melindungi perekonomian AS dari politik dumping yang dilakukan negara partner dagang, atau currency manipulation (manipulasi kurs). Agar harga barang dari negara partner menjadi lebih murah.

Menanggapi hal ini, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara bilang, kebijakan Trump merupakan kebijakan yang hanya untuk menekan 16 negara tersebut, termasuk menekan ke Indonesia. "Tapi lebih ke strategi untuk menekan 16 negara," kata Bhima saat berbincang dengan INILAHCOM, Jakarta, Selasa (11/04/2017).

Bisa jadi Trump menekan 16 negara karena ada kepentingan. Misalnya Indonesia di mana ada perusahaan tambang AS yakni PT Freeport Indonesia (Freeport/PTFI) yang sedang bersengketa dengan Indonesia. "Untuk kasus Indonesia ada kepentingan Freeport," ujarnya.

Dia mengungkapkan, sejak 1976, neraca perdagangan AS memang selalu defisit. Jadi, alasan Trump untuk melakukan investigasi kecurangan perdagangan adalah langkah yang tidak benar, apalagi menuding adanya dumping. "Karena faktanya AS sudah mengalami defisit perdagangan sejak 1976. Dan tuduhan dumping tidak berdasar," paparnya.

"Kalau Amerika Serikat memaksakan untuk menuduh kita (Indonesia) terkait dumping, industri mereka yang akan kewalahan. Silahkan saja," tandasnya. [ipe]

Komentar

 
x