Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 05:50 WIB

Modernisasi Perikanan, Menteri Susi Dekati JICA

Oleh : - | Selasa, 11 April 2017 | 17:00 WIB
Modernisasi Perikanan, Menteri Susi Dekati JICA
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Saat berada di Negeri Sakura, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menawari JICA (Japan International Cooperation Agency) untuk membantu pembangunan industri perikanan di Indonesia.

"Kami menawarkan kepada JICA agar bisa masuk membangun industri perikanan Indonesia. Kita tahu Jepang selama ini merupakan pasar sea food terbesar Indonesia. Jepang butuh pasokan untuk makanan laut di negaranya. Nah, kita akan coba untuk suplai itu," kata Menteri Susi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Langkah Menteri Susi dilaksanakan pada hari pertama kunjungan kerjanya ke Jepang, Senin (10/4). Sekitar 40 menit, Menteri Susi melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden JICA Sinichi Kitaoka di Kantor JICA di Tokyo.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 15 Januari 2017. Dalam pertemuan kedua pemimpin negara ini disepakati adanya peningkatan kerja sama Indonesia dengan Jepang, terkait sejumlah sektor termasuk kelautan dan perikanan.

"Kami datang ke sini untuk tagih janji PM Abe untuk kerja sama di bidang perikanan. Kita juga datang dengan menawarkan beberapa bidang kerja sama yang akan saling menguntungkan," papar Menteri Susi.

Menteri Susi beranggapan, modernisasi di sektor industri perikanan Indonesia, membuka peluang peningkatan kerja sama antara KKP dengan JICA.

Diharapkan, JICA tergerak untuk membangun infrastruktur kelautan dan perikanan untuk pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia, antara lain Sabang (Aceh), Natuna dan Morotai (Maluku Utara).

Menteri Susi mengungkapkan investasi Jepang di Indonesia sudah ada di beberapa wilayah, seperti di Sabang. Namun, saat ini, perusahaan Jepang rencananya akan membangun budidaya di Aceh. Investasi di sektor perikanan tidak memerlukan biaya yang besar sehingga bisa dilakukan dengan waktu yang cukup singkat. "Investasi perikanan itu kecil, tidak perlu besar. Bikin pabrik kapasitas 30 ton per hari itu paling Rp10-30 miliar saja," katanya.

Selain itu, Menteri Susi menawarkan kerja sama dalam peningkatan kapasitas pengujian mutu dan keamanan produk perikanan untuk mewujudkan laboratorium uji standar BKIPM (BUSKI) menjadi laboratorium referensi internasional.

Untuk peningkatan tata kelola kelautan dan perikanan juga dibicarakan kerja sama antara lain di bidang perbenihan, pakan ikan, pembesaran ikan, pengolahan, manajemen pelabuhan perikanan, pasar ikan, logistik, statistik, dan peran koperasi.

Kunjungan kerja Menteri Susi di Jepang rencananya akan berlangsung selama lima hari, yakni tanggal 10-15 April 2017. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Susi rencananya juga akan bertemu sejumlah pejabat Negeri Matahari Terbit itu seperti Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, serta Menteri Pertahanan Jepang. [tar]

 
x