Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 13 Desember 2017 | 16:03 WIB

Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu: Bukan Sekedar Angka

Oleh : M fadil djailani | Rabu, 12 April 2017 | 02:39 WIB
Pertumbuhan Ekonomi, Menkeu: Bukan Sekedar Angka
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom/M. Fadil Djailani)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pada 2018, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan di kisaran 5,4-6,1%. Sementara, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mentok di level 5,6%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah tetap optimis untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi. "Ini bukan sekedar angka, tapi angka ini akan jadi basis kita dalam menghitung APBN. Dan memberikan sinyal bagaimana arah (kebijakan) pemerintah," kata Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) 2017 dan Temu Konsultasi Triwulanan II di Gedung Bappenas, dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/04/2017).

Lebih lanjut, Sri Mulyani bilang, semakin besar pertumbuhan ekonomi, maka semua komponen pertumbuhan ikut terkerek. Ada tiga sisi yang memengaruhi pertumbuhan yaitu permintaan, konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, impor. Kedua, sisi produksi, pertanian, industri, pertambangan, konstruksi, perdagangan, transportasi, gudang, informasi komunikasi jasa keuangan. Ketiga, sisi spasial, pulau mana harus tumbuh berapa banyak untuk bisa mencapai angka pertumbuhan yang ideal.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terpusat atau bergantung kepada Pulau Jawa. Oleh karena itu, pertumbuhan spasial antar pulau, merupakan hal penting. "Semua punya kontribusi, kalau ada satu saja mesin mati atau sakit, itu bisa mengurangi daya dorong ekonomi kita," tegasnya.

Investasi, kata Sri Mulyani, menjadi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Indonesia membutuhkan Rp5.000 triliun, namun hanya mampu dibiayai oleh APBN sekitar Rp429 triliun. Oleh karena itu, yang paling berkesinambungan dalam investasi adalah dari masyarakat dan dunia usaha melalui perbankan. "Tidak ada tumbuh tinggi, tapi tumbuh yang berkualitas, tumbuh tapi mengurangi kesenjangan, tumbuh tapi mengurangi kemiskinan. Tumbuh itu yang menikmati semua, terutama yang 40 persen paling bawah (piramida)," harapnya. [ipe]

Komentar

 
Embed Widget

x