Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 19:40 WIB

Pajak Sangat Mahal, Apindo Sesak Nafas

Oleh : - | Kamis, 13 April 2017 | 14:30 WIB
Pajak Sangat Mahal, Apindo Sesak Nafas
Ketua Apindo Jawa Tengah Frans Kongi - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Semarang - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah berharap pemerintah bisa menyederhanakan ketentuan pajak. Demi mengerek naik daya saing industri dalam negeri.

"Penyederhanaan ini kaitannya dengan penurunan tarif pajak, jika ini dilakukan akan sangat mendukung sektor industri di dalam negeri," kata Ketua Apindo Jawa Tengah Frans Kongi di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (13/4/2017).

Kongi mengatakan, sejauh ini, ada beberapa jenis pajak yang harus dibayarkan oleh para pengusaha, mulai dari pajak penghasilan, pajak penjualan, pajak pertambahan nilai, hingga pajak deviden.

Menurut dia, jika terlalu banyak jenis pajak yang harus dibayar oleh para pengusaha tentu akan memberikan dampak yang kurang baik bagi operasional industri perusahaan.

"Seperti sekarang PPh atau pajak penghasilan kan 25 persen, ini terlalu besar. Singapura saja 17 persen, kami minta disamakan dengan Singapura," katanya.

Selain itu, ada pula pajak pertambahan nilai (PPN) yang saat ini sebesar 10 persen. Terkait hal itu, pihaknya berharap agar PPN bisa turun menjadi 5 persen.

"Atau kalau bisa PPN ini dihapus dan dimasukkan dalam pajak penjualan yaitu 5 persen. Selain itu, pajak untuk deviden kami harapkan juga dihapus karena kami sudah bayar PPh," katanya.

Pihaknya berharap penyederhanaan ini bisa menjadi tindak lanjut pemerintah dari program amnesti pajak yang dilakukan mulai pertengahan lalu hingga 31 Maret 2017.

"Pada dasarnya melalui pelaksanaan amnesti pajak yang sudah dilakukan oleh pemerintah, kami sangat mengapresiasi. Meski demikian, ini bisa ditindaklanjuti dengan ketentuan pajak yang ramah bagi wajib pajak," katanya. [tar]

Komentar

 
x