Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 Juli 2017 | 19:40 WIB

Anak Buah Prabowo Minta Jokowi Jangan Tumpuk Utang

Oleh : - | Kamis, 13 April 2017 | 16:00 WIB
Anak Buah Prabowo Minta Jokowi Jangan Tumpuk Utang
Anggota Komisi XI DPR asal Gerindra, Heri Gunawan - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Untuk menjaga stabilitas fiskal, pemerintahan Joko Widodo jangan menggantungkan kepada utang. karena akan memberatkan anggaran di tahun berikutnya.

"Jika stabililitas fiskal ditempuh lewat utang, maka itu sama saja tidak menyehatkan fiskal," kata anggota Komisi XI DPR asal Gerindra, Heri Gunawan di Jakarta, Kamis (13/4/2017).

kata anak buah Prabowo ini, dengan menggunakan cara-cara utang bakal berpotensi mengancam terjadinya guncangan keuangan. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat tegas dalam menetapkan kriteria proyek yang bisa dibiayai dengan utang.

Hal tersebut, lanjutnya, adalah untuk menjamin efektivitas dalam meningkatkan produktivitas serta kemampuan dalam mengembalikan beban bunga dan cicilan utang.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah dapat menghadirkan solusi terkait fenomena defisit anggaran, dengan menghadirkan kebijakan fiskal yang kredibel.

Sebelumnya, Heri juga menyatakan bahwa pemerintah perlu mengubah model pertumbuhan dari konsumtif ke produktif antara lain dengan mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam berinvestasi guna menunjang pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.

"Pemerintah harus berani mengubah model pertumbuhan konsumtif ke model pertumbuhan produktif. Pemerintah juga harus serius menyederhanakan izin sekaligus memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi investor," katanya.

Ia mengutarakan harapannya agar pemerintah jangan hanya mengejar pertumbuhan yang tinggi, namun harus melihat dampak pertumbuhan terhadap pengangguran dan kemiskinan, serta peningkatan kebutuhan dasar.

Dia berpendapat bahwa angka pertumbuhan ekonomi saat ini masih stagnan di kisaran 5,02 persen karena pertumbuhan selama ini lebih banyak ditopang oleh konsumsi domestik, padahal kuncinya adalah investasi.

Sebagaimana diwartakan, lembaga pemeringkat asal Jepang, Rating and Investment Information, Inc (R&I), meningkatkan prospek utang Indonesia dari Stabil menjadi Positif, yang juga mengafirmasi peringkat utang Indonesia pada BBB- atau layak investasi (Investment Grade).

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/4), mengapresiasi keputusan R&I. Menurut Mantan Menteri Keuangan itu, peningkatan prospek (outlook) dari R&I mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia semakin kuat. "Dunia internasional kembali mengakui ketahanan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian dan keuangan global," ujarnya. [tar]

 
Embed Widget

x