Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 Juli 2017 | 01:41 WIB

Tak Penuhi PM 32, Angkutan Online Dilarang Operasi

Oleh : Dewa putu sumerta | Sabtu, 15 April 2017 | 00:39 WIB
Tak Penuhi PM 32, Angkutan Online Dilarang Operasi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Denpasar - Seluruh moda tranportasi berbasis daring atau online harus menjalankan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 32/2016. Diberi waktu tiga bulan, kalau tidak sanggup bakal kena sanksi.

Tak sedang bercanda, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, waktu 3 bulan bagi penyelenggara transportasi online
menjalankan Permenhub 32/2016 tentang Penyelenggraaan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, sangat cukup.

Mau tak mau, kata Budi, seluruh transportasi online baik kendaraan bermotor roda dua maupun empat, harus sudah melengkapi segala persyaratan sesuai permenhub tersebut.

"Kan kita sudah beri waktu 3 bulan. Memang ada sejumlah pasal yang langsung berlaku. Namun ada yang diberi waktu 3 bulan karena perlu sosialisasi. Semuanya sudah kita diskusikan. Untuk mencari suatu bentuk yang optimal. Bisa memayungi semua pihak," ucap Budi di Denpasar, Bali, Kamis (13/4/2017).

Bagaimana kalau tidak dipatuhi? Jika tiga bulan ke depan masih ada tranportasi online tak memenuhi permenhub 32/2016, Budi mengancam sanksi tegas yakni tidak boleh beroperasi. "Kita ingin semuanya saling menghargai. Tetapi kini, sudah ada suatu kolaborasi dan servis dari transportasi konvesional dan online," paparnya.

Budi membantah asumsi yang berkembang bahwa pemerintah cenderung menganak-emaskan transportasi online. Dalam hal ini, kemenhub akan menerapkan sikap profesionalisme. Bagi yang melanggar atau tidak mengikuti aturan, siap-siap dikenai sanksi keras.

"Makin lama kan makin modern. Di tingkat nasional, sudah ada titik terang dan tidak ada masalah. Enggak tahu kalau di Bali. Yang jelas, untuk tarif di daerah akan kita tetapkan di pusat," kata Budi. [ipe]

 
x