Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 05:32 WIB

Jelang Lebaran, Industri CPO Kebanjiran Order

Oleh : - | Minggu, 16 April 2017 | 05:39 WIB
Jelang Lebaran, Industri CPO Kebanjiran Order
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Medan - Permintaan minyak mentah sawit alias CPO (Crude Palm Oil) di dalam negeri diprediksi melonjak jelang bulan Puasa Ramadan.

"Akibat permintaan meningkat, harga jual seperti untuk ekspor sudah di atas 700 dolar AS per metrik ton (CIF Rotterdam)," ujar Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (15/4/2017).

Sebelummya harga sempat melemah di sekitar US$680 metrik ton (MT), karena ada kenaikan produksi. Meski kenaikan produksi nyatanya tidak seperti yang diperkirakan atau tidak banyak, tetapi tetap membuat harga sedikit tertekan. "Harga baru kembali bergerak naik setelah permintaan mulai meningkat karena mendekati Puasa Ramadan," kata Derom.

Pada 5 April 2017, harga CPO bertengger di level US$687,50 per MT. Sehari kemudian naik menjadi US$700 per MT. Selanjutnya pada 11 April kembali naik menjadi US$710 per MT.

Kenaikan harga CPO di pasar internasional, berdampak kepada menguatnya harga di tender Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Nusantara, menjadi Rp8.100 per kg di luar PPN. "Harga jual Rp8.100 per kg itu harga di Pelabuhan Belawan dan Dumai, Riau," kata Derom.

Sementara, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap mengatakan, produksi tandan buah segar (TBS) mengalami kenaikan meski tidak maksimal.

Kata Dalhari, cuaca merupakan salah satu dampak tidak naik signifikannya produksi sawit petani."Petani sangat berharap harga TBS naik terus hingga Ramadhan untuk bisa tenang memenuhi kebutuhan uang yang meningkat untuk Lebaran," kata Dalhari. [tar]

 
x