Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 22:59 WIB

Catatan Malam

Kursus dan SK Trimurti

Oleh : Advertorial | Senin, 17 April 2017 | 05:03 WIB
Kursus dan SK Trimurti
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

DALAM buku saku berjudul "Djedjak Dynamica Masjarakat" karangan IN Soeprapti, seorang aktivis dari Barisan Boeroeh Wanita (BBW) menceritakan tentang perjuangan aktivis buruh perempuan dari beberapa Serikat Buruh yang ada saat itu, yang juga merupakan bagian dari Barisan Boeroeh Indonesia (BBI).

BBW terbentuk di akhir 1945 dan di kemudian hari meleburkan diri dalam Partai Buruh, menjadi bagian dari Sayap Kiri di parlemen. Kegiatan utama organisasi pimpinan SK Trimurti ini adalah mengadakan "kursus-kursus", yaitu pelatihan sosial dan politik bagi buruh-buruh perempuan.

Tentunya membuat kursus-kursus, sebagai bagian dari kegiatan sosial aktivis buruh perempuan saat itu, menjadi strategi riil untuk meningkatkan peran Serikat Buruh dalam mencerdaskan kaum perempuan.

Saya kira peran peran strategis ini masih sangat relevan hingga saat ini, namun mulai terlupakan oleh SP SB yang ada saat ini. Kesannya SP SB sudah berjuang bila hanya bicara soal upah, OS, kebebasan berserikat, dan sebagainya.

Ya itu memang perjuangan kaum buruh tapi jangan juga melupakan kerja-kerja yang mampu mendukung pengembangan kemampuan kaum perempuan bangsa ini, yang notabene merupakan aktivis SP SB juga dan atau istri para aktivis SP SB yang setia menanti sang suami pulang bekerja dari pabrik. Istri aktivis SP SB punya hak untuk mengembangkan kemampuannya walaupun harus "stand by" di rumah merawat keluarga dan rumah.

Pendidikan dan pelatihan bagi buruh dan keluarganya sepertinya menjadi prioritas kesekian bagi SP SB saat ini. Ini yang sering terlupakan dalam proses kerja kerja SP SB. Padahal pendidikan dan pelatihan adalah pintu masuk untuk menciptakan kesejahteraan buruh dan keluarganya. SP SB masih berpikir pendidikan dan pelatihan hanya sebatas pendidikan dan pelatihan tentang advokasi, globalisasi, hukum ketenagakerjaan dan sebagainya tetapi melupakan pendidikan dan pelatihan yang bisa langsung mendukung keterampilan buruh dan keluarganya.

Saya kira kursus membuat kue yang disertai dengan perlombaan bagi aktivis Perempuan SP SB dan atau istri para aktivis SP SB yang diinisiasi Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan aktivis SP SB merupakan kegiatan positif sebagai bagian untuk melanjutkan cita cita Barisan Boeroeh Wanita (BBW) tahun 1945 lalu. SK Trimurti sebagai ketua BBW saat itu dan sebagai Menteri Tenaga Kerja pertama di republik ini akan tersenyum melihat kaum buruh perempuan dan istri aktivis SP SB bisa maju dan berkontribusi bagi keluarga, masyarakat dan negara.

Biarlah kita mengisi May Day tahun ini dengan hal-hal riil dan positif serta tidak ada saling curiga bagi seluruh aktivis SP SB.

Turun ke jalan dengan berdemonstrasi untuk memperingati May Day adalah hal yang baik dan tentunya itu harus kita dukung. Namun bagi SP SB yang memilih aksi demonstrasi tersebut jangan juga memonopoli "kebenaran" nya secara sepihak dengan meledek atau menolak aksi aksi sosial yang dilakukan aktivis SP SB dengan melakukan kursus dan perlombaan memasak atau kegiatan lainnya dengan membagi bagi "door prize" pada saat 1 Mei nanti.

May Day adalah momentum SP SB untuk instrospeksi diri, berkonsolidasi serta berjuang bersama untuk kesejahteraan kaum buruh, mendukung perluasan lapangan kerja dan penegakkan hukum di semua lini.

Selamat mempersiapkan perayaan MAY DAY 2017.

Pinang Ranti, 14 April 2017

Tabik

Timboel Siregar

 
x