Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 10:07 WIB

Tiga Bulan Pertama, Ini Potret Keuangan Negara

Oleh : M fadil djailani | Senin, 17 April 2017 | 18:00 WIB
Tiga Bulan Pertama, Ini Potret Keuangan Negara
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tiga bulan pertama, realisasi defisit anggaran mencapai Rp104,9 triliun. Dalam APBN-2017 dibatasi Rp330,2 triliun atau 2,41% dari PDB (Produk Domestik Bruto).

Meski realisasinya cukup tinggi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap tenang-tenang saja. Lantaran defisit hanya 0,77% dari PDB. Angka ini masih dibawah 2016 yang mencapai Rp143,4 triliun.

"Secara total defisit anggaran 104,9 triliun, atau 0,77 persen dari PDB. Kalau periode sama di tahun lalu, defisitnya Rp143,4 triliun. Atau 1,13 persen dari PDB," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (17/4/2017).

Ani, sapaan akrab Sri Mulyani bilang, penerimaan negara mencapai Rp295,1 triliun. Atau setara 16,9% dari target Rp 1.750,3 triliun. Angka ini lebih besar ketimbang periode sama di 2016 sebesar Rp247,5 triliun.

Pendapatan negara, kata Ani, berasal dari pajak sebesar Rp237,7 triliun, atau 15,9% dari target Rp1.498,9 triliun. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercapai Rp57,4 triliun atau 22,9% dari target Rp250triliun.

"Penerimaan perpajakan ini lebih tinggi dari tahun lalu sebesar Rp204,5 triliun atau 13,3 persen dari target. PNBP juga lebih tinggi dari tahun lalu Rp42,9 triliun," kata Mulyani.

Ani menerangkan, penyerapan belanja negara mencapai Rp400 triliun, atau 19,2% dari pagu Rp2.080,5 triliun. Ada kenaikan bila disandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp390,9 triliun.

Belanja negara tersebut, kata Ani, berasal dari belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp92,4 triliun. Atau setara 12,1% dari pagu sebesar Rp763,6 triliun. Dan, belanja non Kementerian dan Lembaga mencapai Rp112 triliun, atau 20,4% dari pagu Rp552triliun.

"Belanja Kementerian Lembaga telah mencapai Rp92,4 triliun, lebih tinggi dari tahun lalu Rp82,7 triliun. Belanja non kementerian-lembaga mencapai Rp112 triliun, lebih tinggi dari tahun lalu Rp110 triliun," ujar Ani.

Sementara untuk realisasi transfer ke daerah dan dana desa, kata Ani, mencapai Rp195,2 triliun. Atau 25,5% dari pagu Rp764,9 triliun. Capaian ini hampir sama dengan tahun sebelumnya.

Untuk realisasi pembiayaan anggaran, diakui Ani, lebih rendah ketimbang periode sama di 2016. Tahun ini realisasinya Rp187,9 triliun, sementara 2016 mencapai Rp200,2 triliun.

Kata Ani, pemerintah terus berupaya keras dan memanfaatkan momentum untuk mengerek naik penerimaan pajak. Ini penting guna mencapai penerimaan yang sesuai APBN 2017.

"Triwulan satu ini ada pengaruh amnesti pajak, saya minta Ditjen Pajak untuk fokus bagaimana menggunakan hasil dari program tersebut dan menggunakan data-data untuk penerimaan pajak secara berkelanjutan sesudah amnesti pajak," ujar Ani.

Pemerintah, lanjut Ani, terus memikirkan upaya penghematan belanja barang dan biaya operasional dari K/L. Dengan penghematan ini, bisa menjamin pembiayaan untuk program-program infrastruktur yang masuk skala prioritas. "Kami akan terus mengupayakan pendanaan dari APBN tetap bisa dijalankan, dengan tetap menjaga rambu kehati-hatian," pungkas Ani. [ipe]

Komentar

 
x