Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 April 2017 | 07:11 WIB

Kemenkeu Janji Lunasi DBH Sumsel

Oleh : - | Senin, 17 April 2017 | 18:27 WIB
Kemenkeu Janji Lunasi DBH Sumsel
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Budiarso Teguh Widodo - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Palembang - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Budiarso Teguh Widodo menjanjikan pembayaran kekurangan dana bagi hasil (DBH) Provinsi Sumatera Selatan 2016.

"Terus terang masih ada kekurangan bayar Rp981 miliar dan sudah dianggarkan pada APBN Perubahan 2017. Jadi jangan khawatir karena akan segera dibayarkan," kata Budiarso di Palembang, Senin (17/4/2017).

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrembang) Provinsi Sumatera Selatan, Boediarso bilang, pusat memiliki kekurangan pembayaran DBH kepada Sumsel senilai Rp2,6 triliun. Pelunasan kekurangan ini dicicil sejak triwulan I/2017 senilai Rp1,64 triliun.

Kekurangan bayar DBH se-Sumsel hingga 2015 mencapai Rp2 triliun, ditambah utang pusat karena adanya penundaan DBH triwulan IV/2016 sebesar Rp623,16 miliar.

Boediarso mengatakan, sisanya utang sebesar Rp981 miliar bakal dilunasi paling lambat 2017, karena sudah dimasukkan dalam Rancanangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2017.

Secara jenis, total kurang bayar didominasi DBH sumber daya alam sebanyak Rp1,52 triliun dari sektor migas. Sementara untuk DBH pajak senilai Rp1,1 triliun.

Boediarso mengakui, kurang bayar DBH merupakan tantangan yang dihadapi pihaknya saat ini, sehingga Kemenkeu mengambil kebijakan untuk mempercepat penyelesaian kurang bayar DBH sesuai kemampuan keuangan negara.

"Penyaluran dana ini berbasis realisasi penerimaan sehingga praktiknya kami menerapkan mekanisme kurang dan lebih bayar setelah dilakukan verifikasi dan audit oleh BPK," pungkas Boediarso. [tar]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x