Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:25 WIB

Jelang Pilkada DKI, Bagaimana Kondisi Ekonomi?

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 18 April 2017 | 18:25 WIB
Jelang Pilkada DKI, Bagaimana Kondisi Ekonomi?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta -- Hari Rabu (19/04/2017) besok warga DKI Jakarta akan menentukan pilihan kepala daerah (Pilkada) untuk menunjuk Gubernur dan Wakil Gubernur terbarunya periode 2017-2022.

Seperti pemilihan-pemilihan sebelumnya Pilkada ini sudah memanaskan tensi politik. Lantas apakah tensi panas ini akan mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia apa dampaknya?

Menanggapi hal ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution santai-santai saja menjelang hari penyoblosan. Menurut dia, tidak ada yang perlu ditakutkan, apalagi bisa memengaruhi kinerja ekonomi.

"Ekonomi baik-baik saja, enggak ada yang perlu ditakutkan," kata Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta Selasa (18/04/2017).

Dia bilang indikator ekspor dan impor yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) meningkat cukup signifikan, memperlihatkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia baik-baik saja, bahkan lebih baik.

"Ekspornya bagus, impornya bagus. Biar banyak investor yang nahan-nahan (wait and see, menjelang Pilkada DKI Jakarta), besok juga selesai, jadi enggak ada yang perlu ditakutkan," katanya.

Asal tahu saja, dalam laporan BPS selama tiga bulan berturut-turut neraca dagang Indonesia tercatat surplus. Nilainya untuk periode Maret 2017 mencapai US$1,23 miliar. Sementara secara kumulatif kuartal I-2017 (Januari-Maret), surplus tercatat mencapai US$3,93 miliar.

Dalam tiga tahun terakhir, surplus untuk kuartal I-2017 menjadi paling tinggi. Pada 2014 tercatat surplus US$1,41 miliar, 2015 sebesar US$2,23 miliar, dan 2016 surplus sebesar US$1,65 miliar.

Sementara untuk kinerja ekspor Indonesia meningkat 15,68% di Maret ini menjadi US$14,59 miliar dibanding Februari 2017. Sementara dibandingkan Maret 2016 yang sebesar US$ 11,81 miliar, nilai ekspor melonjak 23,55%.

Total ekspor sepanjang Januari-Maret ini mencapai US$40,61 miliar, naik 20,84% daripada periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$33,60 miliar.

Ekspor nonmigas tumbuh lebih tinggi 21,61% dari US$30,14 miliar menjadi US$36,66 miliar.

Sedangkan jika dilihat dari kinerja impor, nilainya di Maret 2017 meningkat 17,65% menjadi US$13,36 miliar dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan dibanding Maret 2016 yang realisasinya US$11,30 miliar, nilai impor bulan ketiga ini meningkat 18,19%. Paling besar kenaikan impor nonmigas sebesar 24,94%.

Secara kumulatif, impor Januari-Maret tahun ini mencapai US$36,68 miliar atau naik 14,83% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$31,94 miliar. Kinerja impor nonmigas naik 7,38% dari US$28,05 miliar di Januari-Maret 2016 menjadi US$30,12 miliar di periode yang sama 2017. [lat]

Komentar

 
x