Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 30 Mei 2017 | 05:48 WIB

HET Ritel Modern Tak Pengaruhi Pasar Tradisional

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 18 April 2017 | 18:54 WIB
HET Ritel Modern Tak Pengaruhi Pasar Tradisional
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anjuran Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk sejumlah produk di pasar ritel modern ternyata tak mempengaruhi harga di tingkat pasar tradisional.

Seperti halnya harga gula di ritel modern yang ditetapkan sesuai HET Rp12.500/kg, namun ditingkat pasar tradisional harga gula mencapai Rp12.900-13.000/kg.

"Engga ada pengaruhnya, gula saat ini (pasar tradisional) harganya Rp 12.900-13.000/kg," ujar Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri kepada INILAHCOM, Selasa (18/04/2017).

Tak hanya dengan harga gula, untuk komoditas minyak goreng sami mawon, harganya lebih mahal di pasar tradisional yang mencapai Rp 14.000/liter, padahal HET untuk minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp 11.000/liter.

Bahkan untuk daging kerbau atau sapi impor yang ditetapkan sesuai HET sebesar Rp 80.000/kg tidak terjadi ditingkat pasar tradisional, harga daging impor kerbau asal India ini mencapai Rp 95.000/kg.

"Agak sulit menerima konsekuensi HET karena memang HET ini diedarkan tanpa ada komunikasi dengan pedagang," katanya.

Sebelumnya Mendag Enggar mewajibkan HET untuk komoditas yakni gula, minyak goreng dan daging sapi beku.

Kata Enggar, sapaan akrab politisi Nasdem itu, aturan HET hanya diberlakukan untuk ritel modern. Alasannya, toko ritel modern selama ini berperan sebagai price leader atau pengendali harga.

"Kenapa kita masuk di pasar ritel modern, mengendalikannya lebih mudah dan mereka kan price leader," kata Enggar di Kementerian Perdagangan.

Sebagai price leader, lanjut Enggar, ritel modern tidak bisa mematok harga sesuka hati. Semisal, harga gula di ritel modern maksimal Rp 12.500/kg, bakal berdampak ke pasar tradisional. "Kalau di ritel modern Rp 12.500 per kilogram, pasar tradisional tidak mungkin di atas itu," jelasnya.

Saat melakukan blususakn ke ritel modern, beberapa waktu lalu, Enggar masih menemukan pelanggaran HET. Untuk daging kerbau atau sapi beku mawih ada yang mematok harga di atas Rp 80.000 per kilogram. "Ternyata di Carrefour harga daging sapi yang didinginkan itu Rp 82.000/kg," kata Enggar. [hid]

 
x