Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 April 2017 | 07:20 WIB

Patuhi HET, Distributor Dapat Pasokan dari Mana?

Oleh : Uji Sukma Medianti | Rabu, 19 April 2017 | 14:05 WIB
Patuhi HET, Distributor Dapat Pasokan dari Mana?
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perdagangan, menerbitkan kebijakan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tiga komoditas pangan diantaranya gula, minyak goreng dan daging sapi.

Dalam hal ini, Kemendag memfasilitasi Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (Aprindo) dengan distributor tiga komoditi tersebut untuk melakukan kerja sama.

Aprindo tidak keberatan jika harus menjual gula dengan HET Rp 12.500/kg, minyak goreng Rp 11.000/liter dan daging sapi beku Rp 80.000/kg.

Sedangkan, dari distributor, gula dijual kepada ritel dengan harga Rp 11.900/kg, daging sapi Rp 60-75ribu/kg dan minyak goreng Rp 10.500/liter.

Roy Nicholas Mandey, Ketua Aprindo, menyebut bila stok dari distributor memadai maka Aprindo enteng saja bila hal itu dapat mendorong keinginan pemerintah untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok.

Menteri Perdagangan, Enggatiasto Lukita, menuturkan, distributor mendapatkan stoknya dari produsen dengan harga yang juga sudah ditetapkan.

"Jadi memang dengan harga yang sudah diturunkan itu, penjualan meningkatnya tajam. Satu toko baru hari kedua naik 20 persen," ujarnya melalui telepon kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Dari sisi suplai, kata dia, pihaknya menyadari bahwa kerja sama antara distributor dan produsen cukup memakan waktu. Untuk itu, beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan antara distributor dengan produsen besar bahwa mereka menjamin pasokan.

"Jadi memerlukan waktu sedikit tapi sudah ada jaminan. Kalau ada distributor berani bermain-main,kami akan mengambil tindakan. Kan ada kewajiban mereka juga untuk mendaftar," terangnya. [hid]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x