Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 Juli 2017 | 19:42 WIB

Freeport Stop Ekspor, Neraca Dagang Tidak Goyang

Oleh : Uji sukma medianti | Kamis, 20 April 2017 | 02:20 WIB
Freeport Stop Ekspor, Neraca Dagang Tidak Goyang
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bilang, negara tak merugi meski PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) tak melakukan ekspor konsentrat.

"Negara tidak mengalami kerugian bila Freeport tidak ekspor. Tanpa Freeport neraca perdagangan Indonesia masih bisa surplus. Beberapa waktu lalu BPS kan sudah merilis datanya," papar Enggartyasto kepada INILAHCOM di Jakarta, Rabu (19/4/2017)

Pernyataan Enggar ini, sapaan akrabnya, merespons belum adanya permohonan izin ekspor konsentrat dari Freeport. Padahal, industri tambang asal Amerika Serikat (AS) ini berhenti ekspor sejak 12 Januari 2017.

Sekedar mengingatkan, Freeport sempat terbentur Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Beleid itu mewajibkan Freeport mengubah status Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), apabila ingin tetap diberi izin ekspor konsentrat.

Selanjutnya dilakukan perundingan atau negosiasi antara pemerintah yang diwakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Freeport. Negosiasi berlangsung alot bahkan sempat terancam deaclock.

Entah kenapa, Kementerian ESDM memberikan rekomendasi izin ekspor selama 6 bulan, hingga Oktober 2017. Relaksasi ini ditetapkan melalui Permen No 28 Tahun 2017 yang merupakan revisi dari Permen No 5 Tahun 2017.

Setelah mendapatkan rekomendasi tersebut, Freeport seharusnya menindaklanjuti dengan mengajukan izin ekspor kepada kemendag. Hanya saja itu tidak dilakukannya. "Belum (minta izin rekomendasi)," kata Enggar.

Enggar mengaku tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan terkait perkembangan di Freeport. "Ekspor kita naik dan impor bahan baku naik tapi surplusnya meningkat," ujarnya.

Lebih lanjut, Enggar mengatakan, bila Freeport mengajukan, pastinya pemerintah juga akan memproses dengan cepat. Dengan catatan Freeport memenuhi syarat. "AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) sudah (dikasih izin) dalam dua hari. AMNT meminta di cek kelengkapannya langsung dikasih (oleh Kemendag)," jelas Engggar. [ipe]

 
x