Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 30 Mei 2017 | 05:49 WIB

Konsumen Daerah Pilih Bio Solar Ketimbang Dexlite

Oleh : - | Kamis, 20 April 2017 | 09:09 WIB
Konsumen Daerah Pilih Bio Solar Ketimbang Dexlite
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Semarang - Tak semua masyarakat di daerah tertarik membeli dexlite, bahan bakar minyak untuk mesin diesel terbaru dari PT Pertamina (Persero). Rata-rata memilih bio solar karena masih disubsidi pemerintah.

Manager Communication and Relations Pertamina Jawa bagian Tengah, Andar Titi Lestari mengatakan, permintaan dexlite di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, sangat rendah. Alasannya, harga dexlite cukup mahal lantaran non subsidi. "Kalau melihat selisih tingkat konsumsinya antara bio solar dengan dexlite sangat jauh," kata Andar di Semarang, Rabu (19/4/2017).

Selanjutnya Andar mengatakan, data Pertamina menyebutkan bahwa konsumsi bio solar pada Januari 2017 mencapai 146.216 kiloliter (kl). Sementara Februari mencapai 132.927 kl. Sedangkan konsumsi Maret mencapai 150.583 kl. Sementara bulan ini, konsumsinya sebesar 81.680 kl.

Untuk konsumsi Dexlite, pada Januari 2017 sebesar 1.589 kl, Februari sebesar 1.630 kl, Maret sebesar 1.721 kl, dan April hanya 1.039 kl. Untuk Pertamina Dex, konsumsinya hampir sama dengan Dexlite. Pada Januari 2017, konsumsi Pertamina Dex mencapai 1.570 kl. Pada Februari sebesar 1.368 kl, Maret naik menjadi 1.524 kl, dan April hanya 821 kl.

"Kalau dilihat dari kualitasnya, tentunya yang paling bagus adalah pertamina dex dengan tingkat oktan paling tinggi dibandingkan kedua yang lain yaitu 53," kata Andar.

Sedangkan untuk tingkat oktan dexlite lebih tinggi dibandingkan solar yaitu 51 dan oktan untuk bio solar sebesar 48. Terkait ini, Pertamina mengimbau para pemilik kendaraan diesel bisa menyesuaikan BBM yang digunakan dengan jenis kendaraannya.

"Ketika disesuaikan antara kebutuhan kendaraan dengan kualitas BBM yang digunakan tentu akan mampu menjaga kondisi mesin kendaraan sehingga perawatannya tidak membutuhkan biaya yang besar," kata Andar. [tar]

 
Embed Widget

x