Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 14:30 WIB

ASDP Bangun Proyek Komersial di Labuan Bajo

Oleh : Uji sukma medianti | Kamis, 20 April 2017 | 13:38 WIB
ASDP Bangun Proyek Komersial di Labuan Bajo
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero/ASDP) menggarap proyek strategis perdana. Salah satunya Pelabuhan Marina di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain Pelabuhan Marina, Direktur Utama ASDP, Faik Fahmi bilang, proyek strategis yang dikerjakan ASDP berupa peningkatan fasilitas dermaga penyeberangan, hotel, serta area komersial dengan total investasi Rp400 miliar.

Ditargetkan, kata Faik, proyek yang di-groundbreaking pada April 2017. Diharapkan bisa rampung dan beroperasi penuh pada Desember 2018. "Pembangunan dan pengembangan kawasan komersial Labuan Bajo ini sejalan dengan road map perusahaan yang telah disusun, yakni RE-ASDP," terang Faik di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Kata Faik, roadmap terdiri dari Reformulation of Business Foundation (2016), Acceleration of Commercial (2017), Services to The Nation (2018), Drive to Excellent (2019) dan Performance to The Best (2020).

Proyek pembangunan kawasan komersial Labuan Bajo merupakan proyek sinergi Badan Usaha Milik Negara antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Patra Jasa.

Kawasan komersial ini akan dikelola oleh perusahaan patungan ketiga pihak tersebut, dimana PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi pemegang saham mayoritas 51 persen karena pengembangan proyek berada di atas lahan milik ASDP (landlord), PT Patra Jasa sebesar 25%, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) sebesar 24%.

"Tahun ini merupakan waktu percepatan sisi komersial. Kami berharap, ASDP bisa lebih besar berperan buat negara, membangun konektivitas tanpa bergantung kepada pemerintah, serta dapat lebih memajukan pariwisata nasional dengan standar dunia. Karenanya, kami ingin mengembangkan Labuan Bajo," kata Faik.

Faik menerangkan, seiring dengan pengembangan kawasan komersial dan sektor pariwisata di Labuan Bajo, maka direncanakan pembangunan proyek hotel di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan jumlah 180 unit kamar.

"Kami melihat prospek bisnis properti, khususnya hotel sangat bagus ke depannya. Keberadaan hotel ini akan sangat menunjang pariwisata, karena lokasinya sangat strategis, berada di tepi pantai di Jalan Soekarno Hatta. Sehingga, untuk view hotel sangat indah dan sempurna, karena menghadap ke laut," jelasnya.

Data menyebutkan, jumlah turis ke Labuan Bajo mencapai 95.410 wisatawan (2015). Dari jumlah tersebut, sebanyak 80% turis mancanegara dengan pertumbuhan kedatangan mencapai 18,3% per tahun.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pengembangan wilayah Labuan Bajo menjadi prioritas saat ini, sesuai dengan impian bersama untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata Bali kedua yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

"Ini satu langkah besar untuk merealisasikan mimpi kita bersama, dan posisi BUMN harus terus mendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kita harus mendukung peran pemda setempat. Proyek ini akan menjadi milestone dalam mendorong pariwisata di Labuan Bajo," tuturnya.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Dula menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait yang mendukung suksesnya rencana pembangunan kawasan komersial di Labuan Bajo tersebut. "Kami berharap rencana pembangunan Labuan Bajo Marina dan kawasan komersial pendukung lainnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat," kata dia.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengapresiasi keputusan pemerintah menjadikan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata prioritas yang harus dikembangkan.

"Kami sangat merasakan peran BUMN dalam mendukung kawasan pariwisata Indonesia, khususnya Labuan Bajo ini. Kehadiran Labuan Bajo Marina ini akan sangat memberikan manfaat, khususnya masyarakat Manggar karena perekonomian akan semakin bergeliat, dan akan banyak rekrutmen tenaga kerja jika proyek ini berjalan," tutur Frans. [ipe]

 
x