Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 Juli 2017 | 19:44 WIB

Arcandra Sebut Bulan Depan Nego Blok Natuna Deal

Oleh : - | Kamis, 20 April 2017 | 17:18 WIB
Arcandra Sebut Bulan Depan Nego Blok Natuna Deal
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengisyaratakan perundingan di Blok East Natuna segera mencapai titik temu.

Mantan Menteri ESDM selama 20 hari ini menjanjikan negosiasi bagi hasil antara pemerintah dengan operator Blok migas yang dulunya bernama Blok D Alpha Natuna ini, bisa rampung dalam sebulan. "Maksimal 1 bulan lagi semua persoalan tersebut selesai," kata Arcandra di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Hanya saja, Candra, sapaan akrab Arcandra Tahar, tidak menjelaskan lebih detil alotnya negosiasi dengan PT Pertamina (Persero) selaku operator. Di mana, operator Blok Natuna adalah konsorsium yang dipimpin Pertamina, bersama ExxonMobil, Total E&P Indonesie dan PTT Thailand.

Saat ditanya soal kesepakatan persentase bagi hasil, dirinya membantah sudah adanya penandatanganan kontrak. "Bukan tanda tangan kontrak, itu tidak tepat. Pokoknya sedang diupayakan agar pemerintah tidak mendapatkan hanya 0 persen," katanya.

Sebelumnya, Candra yang berdarah Minang ini mengatakan bahwa ada kabar baik seputar kesepakatan pengembangan Blok East Natuna. Hanya saja tidak jelas apa yang dimaksud kabar baik itu.

Informasi terakhir, komitmen untuk pengembangan Blok East Natuna pernah dipertanyakan ExxonMobil. Namun belum dijelaskan apakah sudah penandatanganan kontrak bagi hasil (PSC).

Kementerian ESDM sudah menyiapkan tiga opsi agar Blok Natuna bisa segera digarap. Pertama, insentif keringanan pajak atau tax holiday selama lima tahun. Kedua adalah jangka waktu kontrak lebih lama, yakni hingga 50 tahun.

Ketiga, bagi hasil yang lebih besar untuk kontraktor. Skenario terburuknya adalah 100 persen bagi hasil minyak dan gas bumi dari blok tersebut menjadi milik kontraktor. Itupun bagi hasil sebelum dikurangi pajak.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Blok East Natuna mempunyai kandungan volume gas di tempat (Initial Gas in Place/IGIP) sebanyak 222 triliun kaki kubik (tcf), serta cadangan sebesar 46 tcf.

Untuk menggarap blok migas yang dieksplorasi sejak 1973 namun hingga kini belum produksi ini, perlu teknologi khusus. Lantaran gas yang dihasilkan masih mengandung karbondioksida (CO2) seberat 72%. Hingga perlu teknologi khusus untuk memisahkan CO2 itu. [tar]

 
x