Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 April 2017 | 07:13 WIB

Besok, Kadin Jumpa Pence Bahas Resolusi Eropa

Oleh : M fadil djailani | Kamis, 20 April 2017 | 18:00 WIB
Besok, Kadin Jumpa Pence Bahas Resolusi Eropa
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan delegasi Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Wakil Presiden Mike Pence bakal membahas tuduhan Uni Eropa terhadap sawit dan biodiesel Indonesia.

"Ya tentu kita akan bahas mengenai masalah sawit juga," jawab Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani usai menghadiri diskusi forum energi di Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Sayangnya, Rosan tak menjelaskan detil fokus pembicaraan nantinya seperti apa. Rencananya, Kadin Indonesia dan Wapres AS dijadwalkan bertemu pada Jumat (21/4).

Sekedar mengingatkan, Parlemen Uni Eropa telah menelorkan resolusi sawit dan pelarangan biodiesel berbasis sawit bertajuk Palm Oil and Deforestation of Rainforests. Alasannya karena menciptakan deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM.

Atas resolusi yang diputus melalui mekanisme voting di Strasbourg, 4 April 2017, Pemerintah Indonesia melancarkan protes keras. Resolusi tersebut sarat diskriminasi terhadap minyak sawit.

"Tindakan diskriminatif ini berlawanan dengan posisi Uni Eropa sebagai 'champion of open, rules based free, and fair trade'," berdasarkan pernyataan pers dari Kementerian Luar Negeri, menanggapi Resolusi Parlemen Eropa tentang minyak sawit.

Menurut pemerintah RI, Resolusi Parlemen Eropa menggunakan data dan informasi yang tidak akurat dan akuntabel terkait perkembangan minyak kelapa sawit dan manajemen kehutanan di negara-negara produsen minyak sawit, termasuk Indonesia. Resolusi itu juga melalaikan pendekatan "multistakeholders".

Pemerintah Indonesia menekankan bahwa penanaman minyak sawit bukanlah penyebab utama kebotakan hutan atau deforestasi.

Berdasarkan kajian Komisi Eropa pada 2013, dari total 239 juta hektar lahan yang mengalami deforestasi secara global dalam kurun waktu 20 tahun, 58 juta hektar terdeforestasi akibat sektor peternakan (livestock grazing), 13 juta hektar akibat penanaman kedelai, 8 juta hektar dari jagung, dan 6 juta hektar dari minyak sawit.

Dengan kata lain, total minyak sawit dunia hanya berkontribusi kurang lebih 2,5% terhadap deforestasi global. Bahkan, menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, resolusi Parlemen Eropa dikhawatirkan bisa mengganggu perjanjian dagang antara Uni Eropa dan Indonesia. "Kalau hal itu memang terjadi, berarti adalah tantangan perang dagang, dan bukan Indonesia yang memulai," kata Enggar. [ipe]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x