Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 April 2017 | 07:20 WIB

Pemerintah Kerek Target EBT, Insentifnya Apa?

Oleh : Uji sukma medianti | Jumat, 21 April 2017 | 08:09 WIB
Pemerintah Kerek Target EBT, Insentifnya Apa?
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah berupaya untuk memperbesar target pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) periode 2017-2026. Targetnya dikerek dari 19,6% menjadi 22,5%.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani bilang tidak masalah kalau pemerintah ingin menggenjot pengembangan EBT. Hanya saja, insentif untuk pengusaha EBT apakah sudah disiapkan? Tanpa insentif, keinginan menggenjot EBT mustahil terlaksana.

"Misalnya kalau kita masuk di EBT itu kredit pinjemannya lebih rendah, kalau 11%-12% jadi 5% kan disubsidi pemerintah jadi dicari insentif lainnya," kata Rosan di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Menurut Rosan, insentif itu tak melulu soal keringanan pajak. Untuk itulah perlu ada pembahasan lintas kementerian bila insentifnya berasal dari pajak.

Rosan mengakui, adanya EBT sangat penting bagi sektor ketahanan energi di tanah air. Namun, pengusaha masih terbebani dengan mahalnya biaya pengembangan.

"Kalau konvensional, ini akan habis juga. 15-17 tahun lagi. Sehingga memang pengembangan EBT potensinya besar harus dilakukan," ungkapnya.

Disamping itu, untuk mengejar target bangun 35 GW misalnya dibutuhkan sekitar Rp 1600 Triliun dana investasinya melalui beberapa jenis pembangkit yang potensi cadangannya besar.

"Beberapa wilayah yang paling potensial adalah panas bumi di Jawa Barat, Sumatera Utara dan Lampung. Ada juga potensi mikrohidro di Kalimantan dan Aceh," terang Rosan.

Kata Rosan, itu baru masalah pendanaan, belum lagi masalah lain yang juga masih menjadi hambatan terciptanya percepatan pengembangan EBT, seperti perizinan dan negosiasi tarif yang akan memerlukan banyak waktu untuk membahasnya. [ipe]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x