Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 23:56 WIB

Ampuhkah HET Jaga Stabilitas Harga? Ini Kata DPR

Oleh : M fadil djailani | Jumat, 21 April 2017 | 09:09 WIB
Ampuhkah HET Jaga Stabilitas Harga? Ini Kata DPR
Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ritel modern diwajibkan mematuhi aturan harga eceran tertinggi (HET) untuk tiga komoditas, yakni gula pasir, minyak goreng, dan daging beku. Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga. Efektif?

Kebijakan yang ditelorkan Kementerian Perdagangan ini muncul lantaran ritel modern dianggap sebagai penentu harga (leader price). Dipandang sebagai acuan bagi penentuan harga di pasar tradisional.

Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto mengatakan, kebijakan ini bisa berhasil jika pasokan pangan, benar-benar mencukupi menjelang bulan Puasa dan Lebaran. "Yang penting itu pasokannya, jika stok ada kebijakan ini akan berhasil," kata Darmadi saat berbincang dengan INILAHCOM, Jakarta, Kamis (20/04/2017).

Menurut Darmadi, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional, ini memang perlu dijaga. Agar kenaikannya bisa terpantau, terkontrol dengan baik. Langkah ini perlu dilakukan guna melindungi kepentingan konsumen yakni masyarakat bawah yang selalu berinteraksi dengan pasar tradisional.

"Harga di tingkat pasar tradisional memang harus diatur, agar tak berlebihan (kenaikan). Apalagi menjelang Puasa dan Lebaran. Tapi semuanya akan sia-sia kalau stoknya ternyata tidak mencukupi," papar politisi PDIP ini.

Selain itu, papar Darmadi, mahalnya harga pangan di tingkat pasar tradisional, dipicu pula olah jalur distribusi yang panjang. Sehingga memantik mahalnya biaya logistik. Ujung-ujungnya, pedagang atau distributor harus menaikkan harga jual.

"Saya kira kebijakan HET ini cukup bagus, namun juga harus diikuti dengan jaminan stok dan distribusi yang baik. Jika semuanya itu terjaga, kemungkinan besar harga di tingkat pasar tradisional, bisa terkendali," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, HET merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan para pengusaha. Dia menyebut, HET gula, yakni Rp 12.500 per kg, minyak goreng Rp 11 ribu, dan daging beku Rp 80 ribu per kg.

Dia meyakini, kebijakan ini akan membuat harga kebutuhan pangan di pasaran akan turun. Lantaran, harga komoditas mengikuti harga yang ada di ritel modern.

Dia mengatakan, harga ini akan berlaku sampai September 2017, lalu dievaluasi. Menurut dia, harganya juga kemungkinan turun. "Harga tidak berlaku hanya sampai Ramadan, berlaku terus dan nanti September kami akan evaluasi bisa tidak diturunkan lebih jauh. Karena kita tahu persis harga pokoknya," ujar Enggar. [ipe]

 
x