Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 30 Mei 2017 | 05:46 WIB

Buka Informasi Jasa Keuangan, Bos OJK Gandeng ASIC

Oleh : Uji sukma medianti | Jumat, 21 April 2017 | 16:10 WIB
Buka Informasi Jasa Keuangan, Bos OJK Gandeng ASIC
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyepakati kerja sama dengan Australian Securities and Investments Commision (ASIC) terkait pertukaran informasi jasa keuangan, termasuk financial technology (fintech).

Penandatanganan kesepakatan kerja sama dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dan Komisioner ASIC, John Price di Kantor ASIC Melbourne, Australia, Jumat (21/4/2017).

"Saya berharap kerja sama lebih lanjut ini dapat meningkatkan inovasi di industri jasa keuangan di Indonesia. Serta mempererat hubungan yang dapat digunakan untuk pengembangan sektor jasa keuangan di kedua negara," kata Muliaman melalui keterangan rilis kepada media di Jakarta.

Menurut Muliaman, perkembangan industri fintech tumbuh cepat di dunia, termasuk Indonesia. Tahun ini, tercatat 165 perusahaan fintech start-ups yang beroperasi di Indonesia. Tak salah bila Indonesia belajar dari negara lain, termasuk Australia.

Kerja sama di bidang fintech dengan ASIC, kata Muliaman, meliputi pertukaran informasi mengenai pengembangan teknologi, pengembangan regulasi dan kerjasama fintech inovation hub.

Khusus pengembangan fintech, Muliaman juga melakukan pertemuan dengan Swinburne University of Technology dan Australian Centre for Financial Studies (ACFS), yang selama ini banyak melakukan kajian soal fintech.

Muliaman juga melakukan pertemuan dengan pejabat negara bagian Victoria untuk menindaklanjuti nota kesepahaman antara OJK dengan negara bagian Victoria yang ditandatangani 16 Maret 2016.

Salah satu pembicaraan adalah implementasi pendirian kantor bank milik Indonesia di Melbourne. Salah satu bank yang tertarik untuk membuka kantor di sana adalah BNI.

Muliaman diagendakan bertemu dengan sejumlah pengusaha Australia yang berbisnis di Indonesia, pengusaha Indonesia, perwakilan perusahan Indonesia di Australia, serta perwakilan pelajar di Indonesia yang ada di Melbourne. Pertemuan ini membicarakan banyak hal, termasuk kebutuhan layanan perbankan Indonesia.

Kesepakatan Kerja sama dengan ASIC ini merupakan amanat dari UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK). Di mana, OJK perlu melakukan kerja sama dengan otoritas pengawas jasa keuangan negara lain, serta organisasi internasional dan lembaga internasional lainnya.

Kerja sama yang disasar adalah pengembangan kapasitas kelembagaan, dan pertukaran informasi di bidang pengaturan serta pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dengan menekankan prinsip resiprokal dan berimbang.

Sebelumnya, OJK telah menjalin kerja sama dengan otoritas pengawas jasa keuangan di sejumlah negara dan lembaga internasional seperti Financial Services Agency of Japan, China Banking Regulatory Commission, Bank Negara Malaysia, Dubai Financial Service Authority, Financial Services Commission Financial Supervisory Service of the Republic of Korea, Central Bank of Timor-Leste/Banco Central de Timor-Leste, Bank of Thailand, Astana International Financial Centre, International Organization of Securities Commission.

Dan, The United Nations Development Programme, International Finance Corporation, The Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD), Islamic Development Bank, Toronto Centre, dan Asian Development Bank. [ipe]

 
x