Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 00:45 WIB

Pedagang Pasar Klewer Nikmati E-Retribusi dari BTN

Oleh : - | Jumat, 21 April 2017 | 19:40 WIB
Pedagang Pasar Klewer Nikmati E-Retribusi dari BTN
(Foto: BTN)
facebook twitter

INILAHCOM, Surakarta - Pedagang pasar Klewer tak hanya bisa menikmati kios yang megah dan bersih. Namun ada kemudahan membayar retribusi melalui e-retribusi yang dilaksanakan PT Bank Tabungan Negara (Persero/BTN)

"Sistem e-retribusi mengurangi potensi fraud, aman, cepat, mudah karena pedagang cukup melakukan tapping pada mesin reader di pasar," kata Direktur Utama BTN, Maryono saat meresmikan e-retribusi di Pasar Klewer, Surakarta, Jumat (21/4/2017).

Sekedar mengingatkan, implementasi e-retribusi di Pasar Klewer ini, menindaklanjuti Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Pemkot Surakarta pada 1 Oktober 2016, tentang penerapan sistem penarikan retribusi secara elektronik. Sebelumnya, Bank BTN menyediakan layanan e-retribusi di Pasar Gede dan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan.

Dengan mengganti sistem penarikan retribusi dari manual oleh petugas pasar ke sistem elektronik melalui kartu, diharapkan bisa membantu Pemkot Surakarta mengelola pendapatan daerahnya secara lebih efisien, dan akuntabel.

Selain itu, sistem e-retribusi juga menjadi salah satu upaya dari misi pemerintah menjadikan kota Solo sebagai Smart City pada 2018. Peluncuran e-retribusi ini merupakan kerjasama BTN dan Pemkot Solo. Acaranya dihadiri Presiden Joko Widodo, dan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo.

Pasar Klewer adalah pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah, menampung sedikitnya 2.639 pedagang. Sistem e-retribusi direncanakan terus diperluas seiring dengan peningkatan sosialisasi dan infrastruktur di pasar.

Masih kata Maryono, sistem e-retribusi ini, membuka akses pedagang terhadap layanan perbankan lainnya. Mulai transaksi perbankan, maupun pembiayaan. Dengan membuka layanan e-retribusi, bisa membawa berkah bagi BTN. Karena bisa mengerek jumlah nasabah BTN, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan efektivitas intermediasi perbankan. "Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk memperluas inklusi keuangan," kata Maryono.

Selain itu, kata Maryono, melalui e-retribusi ini, memudahkan BTN dalam memasarkan produk pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan pedagang. Salah satunya adalah KPR BTN Mikro. Produk yang baru dirilis Februari 2017, menawarkan plafon pinjaman Rp75 juta dengan tenor 10 tahun. Soal cicilannya, tak perlu khawatir karena disesuaikan dengan kemampuan nasabah.

"Para pedagang sebagai pekerja di sektor informal bisa memanfaatkan KPR BTN Mikro untuk renovasi rumah, atau membangun tempat usaha," kata Maryono. [ipe]


Komentar

 
x