Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 Juli 2017 | 01:34 WIB

25 Jembatan Timbang Beroperasi, Awas Sarang Pungli

Oleh : - | Sabtu, 22 April 2017 | 03:09 WIB
25 Jembatan Timbang Beroperasi, Awas Sarang Pungli
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Lombok - Mulai Jumat (21/4/2017), 25 jembatan timbang se-Indonesia mulai dioperasikan. Secara simbolis, pembukaannya dilakukan di Tuban, Jawa Timur.

"Saya baru operasionalkan 25 jembatan timbang tadi pagi pukul 8.00 (Jumat,21/4)dari semula 141 jembatan timbang yang sebelumnya banyak tidak berfungsi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Pudji Hartanto dalam diskusi Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Lombok, Jumat.

Pudji mengatakan, dari 25 jembatan timbang tersebut, sembilan di antaranya akan dijadikan proyek percontohan. Peresmian pengoperasian 25 Unit Jembatan Timbang ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan transportasi darat kepada masyarakat, khususnya terkait keselamatan, keamanan dan pelayanan transportasi darat.

"Saya ingin menyampaikan harapan menteri perhubungan agar acara ini tidak hanya sekedar seremoni belaka namun juga agar ada perubahan fundamental dalam pelaksanaannya, termasuk di dalamnya operasional, penindakan dan penegakan hukum terhadap angkutan barang," kata Pudji.

Pudji menambahkan, pengoperasian Jembatan Timbang harus mewujudkan semangat tata kelola yang baik dan bersih. "Untuk mewujudkannya harus didasari niat mau berubah ke arah positif. Tidak ada lagi pungutan liar di Jembatan Timbang," tegas Pudji.

Terdapat tiga manfaat dari pengoperasian jembatan timbang, yang pertama tidak ada lagi kendaraan bermuatan lebih. Kedua, lalu lintas lancar, tidak macet dan minim kecelakaan, ketiga, jalan lebih awet, tidak cepat rusak.

Pudji juga menekankan bahwa sebagai aparatur perhubungan harus mengubah pola pikir. "Jangan mempersulit tapi harus mempermudah. Sebagai aparatur kita wajib melayani masyarakat, dengan ikhlas dan berkualitas," katanya.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan bahwa sejak 1 Januari 2017, pengelolaan Jembatan Timbang beralih ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. "Adanya perubahan kewenangan terhadap pengelolaan Jembatan Timbang adalah sebagai salah satu langkah dalam upaya menjalankan fungsi pengawasan secara ketat agar pengoperasian jembatan timbang dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa jembatan timbang merupakan alat pengawasan angkutan barang dari kelebihan muatan untuk menjaga kelaikan kendaraan dan kerusakan jalan akibat muatan lebih.

Kenyataannya, kata Pudji, jembatan timbang terkesan sebagai sarang pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah atau disebut Retribusi Daerah.

"Pemerintah Pusat tidak mengenal istilah retribusi. Oleh karenanya sejak beralihnya kewenangan pengelolaan Jembatan Timbang kepada pemerintah pusat, saya tidak mau lagi mendengar ada pungutan dalam bentuk apapun. Karena itu sudah termasuk Pungutan Liar. Saya tidak mau mendengar ada anggota saya yang ditangkap oleh tim Saber Pungli," katanya.

Selain itu, Pudji juga meluncurkan maskot dan slogan jembatan timbang yaitu Wow Semakin Pas dan Keren.

"Slogan ini harus diresapi oleh semua anggota Jembatan Timbang. Bukan hanya sekadar kalimat namun ada makna di dalamnya. Ada harapan di sana bahwa sekarang jembatan timbang semakin Pas dalam menimbang muatan kendaraan," ujar Pudji. [tar]

 
x