Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 19:53 WIB

Komut AP II Bikin Buku Lawan Yang tak Kelihatan

Oleh : - | Rabu, 26 April 2017 | 18:59 WIB
Komut AP II Bikin Buku Lawan Yang tak Kelihatan
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Bekasi - Akademisi UI serta praktisi bisnis Rhenald Kasali menelorkan buku bertajuk Disruption. Isinya tentang digitalisasi yang berperan dalam perputaran ekonomi.

Dalam acara bedah buku yang digelar Asosiasi Penulis dan Inspirator Indonesia (ASPIRASI) di Rumah Perubahan, Jatimurni Bekasi, Jawa Barat, buku Rheinald cukup mengundang perhatian. Dalam acara ini juga membedah buku karya Dedi Mahardi yang berjudul Revolusi Mental.

Disela-sela acara, Rhenald berharap, buku yang ditulisnya bisa menjadi arahan bagi siapa saja. Dalam bukunya, ada sub judul bertajuk Menghadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan Dalam Peradaban Uber.

Kata Rheinald, yang dimaksud lawan tak kelihatan, salah satunya adalah adalah media. Namun, media ini dibuat bukan oleh wartawan. Tetapi diri sendiri. "Orang sekarang bisa menulis di medianya sendiri (sosial media)," papar Rheinald.

Selain itu, kata Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini, muncul taksi yang tidak memiliki plat kuning. Dan, penumpangnya turun tidak kelihatan membayar. Aplikasi berbasis digital ini, memungkinkan orang mau kemana saja di dunia ini, berbiaya murah.

"Bahkan gratis dijemput, dan diantarkan. Media massa juga berubah. Iklan sekarang ini pindah ke youtube dan google. Dunia sedang kacau bagi pemain lama," katanya.

Melalui buku terbarunya ini, Rhenald yang menjabat Komisaris Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini, ingin menyuguhkan sebuah cara pandang kepada para pembaca, tak terkecuali pemegang kebijakan, untuk memahami perubahan yang tengah terjadi. "Sehingga dapat mengambil sikap yang relevan di hadapan perubahan tersebut," paparya.

Untuk menghadapi perubahan ini, Rhenald meminta para pemain lama untuk memiliki mesin baru. Mesin baru itu adalah orang muda yang penuh akan inovasi dan memiliki cara pandang jauh ke depan. "Di dunia ini orang muda itu miskin masa lalu, tapi kaya masa depan. Internet of think. Lawan kita saat ini adalah orang yang menggunakan masa depan, untuk melawan kita di masa sekarang," katanya.

Sementara, motivator, innovator dan author nasional, Dedi Mahardi meluncurkan buku revolusi mental yang menjadi jargon Presiden Jokowi, ternyata belum berdampak signifikan.

Hal ini ditandai dengan masih maraknya korupsi, serta 'penyakit' masyarakat lainnya justri makin parah. "Kalau dilihat dari kondisi bangsa, belum berdampak yang besar. Apalagi dibandingkan dengan bangsa yang juga menganut revolusi mental seperti Kuba dan China," jelas Dedi.

Menurut Dedi, negara yang sudah berhasil revolusi mentalnya adalah munculnya pemimpin yang dapat jadi teladan serta sistem yang mengikat semua elemen bangsa sehingga mereka bisa berubah. Tetapi di negara ini, lanjut Dedi, sistem dibuat untuk kepentingan kelompok dan kepentingan jangka pendek.

Menurut Dedi, ada beberapa cara untuk mempercepat mental rakyat Indonesia berrevolusi. Namun, harus dibarengi dengan sikap konsisten dari pemimpin negara. "Pertama, mulailah berubah dari diri sendiri. Kedua, merekrut agen-agen perubahan untuk disusupkan di semua lapisan masyarakat. Ketiga, menjadikan integritas dan etika moral sebagai syarat utama seseorang diangkat jadi pemimpin semua level kepemimpinan," jelas dia.

"Keempat, mendidik pemimpin agama dan guru yang pantas diteladani oleh semua umat. Kelima, membuat efek malu kepada koruptor dan orang-orang bermoral bejat dengan menyiarkan setiap periode tertentu dan mendaftarkan di laboratorium revolusi mental," tambah Dedi.

Selain dihadiri oleh anggota ASPIRASI, bedah buku ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional. Diantaranya mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko. "Saya banyak menjadikan buku Rhenald Kasali sebagai sumber referensi untuk memberikan ceramah di berbagai perguruan tinggi," kata Moeldoko. [tar]

 
Embed Widget

x