Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 08:45 WIB

Anggaran 2018 Dipotong Rp1T, LIPI Banyak Nganggur

Oleh : - | Kamis, 27 April 2017 | 10:11 WIB
Anggaran 2018 Dipotong Rp1T, LIPI Banyak Nganggur
Kepala LIPI, Prof Iskandar Zulkarnain - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Bogor - Lantaran anggaran dipangkas hingga Rp1 triliun, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terpaksa mengurangi target penelitian di 2018.

Kepala LIPI, Prof Iskandar Zulkarnain mengatakan, pemerintah memotong pagu anggaran dari Rp2,3 triliun menjadi Rp1,3 triliun. "Karena ini masih dalam usulan, yang terjadi adalah penyeusaian target. Mana proposal penelitian yang tidak dibiayai akan dihentikan karena tidak ada dananya, yang kita kerjakan yang dibiayai targetnya," kata Iskandar usai Science Briefing for Parliament dengan Komisi VII DPR di Cibinong Science Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017).

Iskandar menjelaskan, usulan pagu anggaran LIPI 2018 sebesar Rp2,3 triliun. Setelah dibahas di Bappenas, terjadi pengurangan menjadi Rp1,3 triliun. Pengurangan tersebut terjadi karena Bappenas merujuk pada program nasional.

Menurutnya, program nasional isunya sudah spesifik, sementara LIPI memiliki spektrum ilmu pengetahuan dan penelitian yang begitu luas mulai dari sosial, hayati, kebumian dan terkini.

"Didalam pembahasan yang dilakukan Bappenas melihat mana yang sesuai dengan program nasional yang berorientasi infrastruktur, padahal kegiatan penelitian tidak hanya infrastruktur," katanya.

Tahun ini, kata Iskandar, LIPI mendapatkan anggaran sebesar Rp1,1 triliun. Dalam anggaran ini, terdapat dana hibah luar negeri terkait kegiatan coral reef marine rehabilitation dari Bank Dunia dan Bank Asia yang dikomandoi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam program tersebut ada proyek yang dikerjakan oleh LIPI.

"Tetapi, tahun 2017 KKP membatalkan program tersebut dan menawarkan ke LIPI. Kalau mau dikerjakan oleh LIPI maka harus disesuaikan dengan program kerja LIPI," kata Iskandar.

Iskandar mengungkapkan, dilihat dari porsi penelitian di dalam anggaran LIPI, secara struktur memang tidak sehat. Karena, untuk 2017, anggaran penelitian dari Rp1,1 triliun, atau kurang dari 40%.

Idealnya, lanjut Iskandar, anggaran penelitian lebih besar dari anggaran rutin dan operasional. Sama seperti di pemerintah daerah, kalau anggaran belanja daerah 40% hingga 70%, maka pembangunan hanya tersisa 30%. Sehingga pembangunan di daerah tersebut tidak berkembang. "Kita harapkan tidak ada kebijakan pemotongan anggaran lagi," kata Iskandar.

Iskandar berharap kehadiran Komisi VII DPR dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai LIPI yang melakukan tugas pemerintah dibidang ilmu pengetahuan. Serta adanya perbaikan regulasi, agar lembaga tersebut tidak disamakan dengan lembaga non teknis.

Menurutnya, perlu ada kesamaan pemahaman, karena harapan untuk LIPI tinggi, hasil penelitian diharapkan sampai pada diseminasi dan pembangunan infrastruktur tetapi diukur dari anggaran yang dialokasikan.

"Lembaga penelitian itu yang dilakukan adalah penelitian jangka panjang, jadi tidak bisa berfikir seperti proses produksi. Perlu ada regulasi yang berbeda untuk lembaga penelitian terutama laporan pertanggungjawaban, serta PNBP. "Regulasi ini perlu ada penyesuaian dengan karakter lembaganya," kata Iskandar.[tar]

Tags

 
x