Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 28 Mei 2017 | 11:45 WIB

KBUMN: Holding BUMN tak Sekedar Melebur Perusahaan

Oleh : Uji sukma medianti | Jumat, 28 April 2017 | 03:29 WIB
KBUMN: Holding BUMN tak Sekedar Melebur Perusahaan
Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjamin pembentukan holding BUMN minyak dan gas bumi (migas) bukan sekedar meleburkan PT Pertamina dengan PT PGN (Perusahaan Gas Negara).

Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN menerangkan, secara awam, orang memang melihat Pertamina dan PGN adalah dua rumah. Akan tetapi, kata Edwin, keduanya adalah milik pemerintah. "Memang orang melihat PGN dan Pertamina rumah masing-masing. Tapi kita melihat dua-duanya milik negara,"tutur dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

edwin menegaskan, PGN dan Pertamina sama-sama dimiliki oleh negara. Menurutnya, dalam hal ini, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, holding BUMN tidak hanya sekedar penggabungan dua perusahaan saja.

"(Holding migas) bicara size and skill. Selama skala operasi kita membesar, penetrasi pasar lebih dalam, (holding) bisa membawa manfaat bagi masyarakat dan juga secara korporasi,"tuturnya.

Untuk itu, Edwin menambahkan, holding BUMN memegang amanat dari Presiden Jokowi, di mana aspek dilakukan secara terperinci dan tidak melanggar berbagai aturan.

Di mana, payung hukum yang menjadi acuan dalam holding BUMN adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2016 yang tengah menunggu PP lanjutan untuk terbentuknya holding BUMN. "Nanti prosesnya ada di PP (setelah PP 71/2016). Karena Pertamina 100% milik negara, kalau sekarang negara punya saham di PGN, dialihkan ke Pertamina sama saja. Tidak ada saham negara yang keluar," kata Edwin. [ipe]

 
x