Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 18:56 WIB

Pahala Diwarisi Utang Besar di Garuda

Oleh : - | Sabtu, 29 April 2017 | 03:29 WIB
Pahala Diwarisi Utang Besar di Garuda
PT Garuda Indonesia (Persero) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Selama kuartal I-2017, PT Garuda Indonesia (Persero) menanggung kerugian US$99,1 juta. Atau setara Rp 1,3 triliun (Rp13.000/US$). Kerugian ini turun 11.969% ketimbang periode sama di 2016.

Sebagai Direktur Utama anyar Garuda, bisa jadi Pahala N Mansury tak pernah membayangkan kejadian ini. Bahwa, maskapai penerbangan pelat merah menanggung utang yang luar biasa jumbo. Selama Januari-Maret 2017, utangnya mencapai US$99,1 juta.

Meski begitu, mantan direktur Bank Mandiri ini, harus bersyukur. Lantaran utang triwulan I-2017 ini turun 11.969% ketimbang kuartal I-2016 sebesar US$800 M

Dalam paparan kinerja keuangan Kuartal-I 2017, Pahala menjelaskan, kerugian Garuda disebabkan sejumlah faktor. Diantaranya, biaya operasi naik 21,3%, terutama bahan bakar yang melonjak 54% dari US$189,8 juta pada kuartal I-2016 menjadi US$292,3 juta di kuartal I-2017. "Penyebab net loss (rugi bersih) 99,1 juta dolar AS karena dalam satu tahun kemarin peningkatan pengeluaran untuk bahan bakar," kata Pahala.

Selain itu, Pahala menambahkan, biaya lainnya juga menyumbang kurang baiknya kinerja kuartal I-2017 tersebut, di antaranya pengeluaran pelayanan di pesawat (inflight service), sistem reservasi, peningkatan jumlah penumpang dan lain-lain sebesar 16,3% dari US$403,4 juta menjadi 469,1%.

Adapun, pengeluaran signifikan juga berasal dari kenaikan biaya rental pesawat, yaitu 4,2% dari US$246,9 juta menjadi US$257,4 juta. "Tapi yang paling berpengaruh itu karena bahan bakar karena komposisinya 20 sampai 25 persen dari total konsumsi," kata Pahala.

Total pengeluaran kuartal I-2017 mencapai US$1,02 miliar, atau meningkat 21,3%. Pada kuartal I-2016, pengeluarannya sebesar US$840,1 juta.

"Tren industri penerbangan dunia yang cenderung menurun selama lima tahun terakhir ini serta daya beli masyarakat yang cenderung melemah di awal tahun ini, berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan yang terus tertekan," kata Pahala.

Untuk itu, lanjut Pahala, akan melakukan lima langkah strategis, yaitu optimalisasi biaya penerbangan, optimalisasi rute, mendayagunakan anak perusahaan, memangkas biaya secara signifikan dan mensinergikan sistem manajemen pendapatan.

"Kondisi kinerja keuangan perusahaan pada kuartal pertama 2017 dapat dikatakan masih jauh dari target yang telah ditetapkan, sehingga perlu dilakukan berbagai terobosan guna menghasilkan pertumbuhan positif yang berkesinambungan, berkelanjutan dan solid," katanya.

Namun, dia menuturkan, Garuda mencatatkan pertumbuhan penumpang 8,4%. Untuk penerbangan internasional bertumbuh 26,1% dibandingkan kuartal I-2016. [tar]

Komentar

 
x