Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 10:05 WIB

Pemerintah Akui Tarif Listrik Tekan Perekonomian

Oleh : Uji Sukma Medianti | Senin, 1 Mei 2017 | 16:30 WIB
Pemerintah Akui Tarif Listrik Tekan Perekonomian
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tarif dasar listrik (TDL) untuk pelanggan 900 VA non subsidi naik per hari ini, Senin 1 Mei 2017 dari Rp1.034 per KWh menjadi Rp1.352 per KWh.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andi Norsaman Sommeng, menuturkan, kenaikan TDL ini ditujukan supaya pelanggan yang disubsidi bisa tepat sasaran.

Terhitung sejak 1 Mei 2017, PLN menetapkan kenaikan tarif listrik periodik untuk golongan daya 900 VA. Lantaran, sejak 1 Maret 2017, PLN memberlakukan tarif listrik untuk kelas 900 VA menjadi Rp 1.034 per KWh. Dan naik per 1 Mei menjadi Rp 1.352 per KWh. Atau terjadi kenaikan 30 persen per KWh.

Andi mengaku, hal ini tidak mempengaruhi inflasi. Hanya saja, akan mempengaruhi tabungan dari masyarakat yang menjadi pelanggan TDL 900 VA non subsidi sehingga mempengaruhi Produk Domestik Bruto (PDB).

"Ga pengaruh (ke inflasi). Tapi mengurangi tabungan masyarakat sehingga mempengaruhi PDB," kata dia kepada INILAHCOM di Jakarta, Senin (1/5/2017).

Dia menuturkan, subsidi listrik 2016 mencapai Rp60,44 triliun. Dengan subsidi tepat sasaran, diharapkan pada 2017 bisa ditekan menjadi Rp45 triliun.

Dengan begitu, pemerintah mematok target penghematan sampai Rp15,44 triliun yang nantinya digunakan untuk pendanaan listrik pedesaan.

Termasuk 7 juta rumah tangga yang belum menikmati listrik di daerah terluar, tertinggal, dan terisolasi atau terpencil. Melalui penghematan itu, diharapkan pada akhir 2019 rasio elektrifikasi Indonesia bisa 97,35 persen. [hid]

 
x