Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 25 Juli 2017 | 23:43 WIB

Inilah Modus Pelanggaran Ekspor di Bandung

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 3 Mei 2017 | 12:44 WIB
Inilah Modus Pelanggaran Ekspor di Bandung
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai bekerja sama dengan PPATK, Ditjen Pajak, dan Irjen Kemenkeu berhasil membongkar pelanggaran ekspor.

Pelanggaran tersebut dengan modus pemberitahuan barang yang tidak sesuai dengan yang diberitahukan dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang dilakukan oleh PT SPL yang berlokasi di Bandung.

Pasalnya PT SPL melakukan ekspor barang dalam PEB dengan pemberitahuan 4.038 roll kain. Pada Rabu (29/06/2016), berdasarkan informasi dari Bea Cukai Jawa Barat dan hasil analisis intelijen Bea Cukai Tanjung Priok, dilakukan penindakan dengan hasil pemeriksaan hanya kedapatan 583 roll kain.

Dari hasil penindakan ini, dilakukan audit 'investigasi oleh Bea Cukai dan dilakukan pengembangan bekerja sama dengan PPATK, Direktorat Jendera| Pajak (DJP), dan lnspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun tampak geram dengan masih adanya perusahaan ekspor nakal yang memanfaatkan fasilitas negara untuk keuntungan perusahaan.

"Tapi ada perusahaan yang salah gunakan fasilitas itu tidak untuk ekspor untuk ciptakan kesempatan kerja, naikan devisa tetapi untuk mendapat keuntungan bagi perusahaan itu dengan mengambil uang negara," kata Sri Mulyani di Kantornya, Jakarta (3/5/2017).

Sri Mulyani bilang aksi-aksi seperti ini sama saja dengan melakukan pembobolan uang negara, dengan memanfaatkan fasilitas ekspor yang diberikan pemerintah, namun hanya untuk mencari keuntungan sendiri. "Artinya mereka ingin membobol keuangan negara," ucapnya.

Selain itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan bahwa modus dari PT SPL adalah dengan melakukan pemberatan terhadap barang yang mereka ingin eskpor dengam memasukan air kedalam kain yang dibungkus karton.

"Tindakan PT SPL tadi, ini kemudian dia isi dengan banyak sekali plastik berisi air. Kalau secara berat sepertinya sesuai dengan deskripsi 4.048 roll kain, padahal hanya 583 roll kain," katanya.

Dia bilang dengan aksi tersebut pemerintah mendaptkan kerugian sebesar Rp188 miliar, dari modus yang dilakukan oleh PT SPL.

"Potensi kerugian negara dari manipulasi ini diperkirakan Rp 118 miliar. Saya minta DJP dan DJBC bersama-sama karena saya yakin bukan hanya tahun ini saja terkena. Saya minta laporan pajak PT SPL tahun-tahun sebelumnya," ucapnya. [hid]

 
x