Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 04:37 WIB

Serapan Gabah Bulog Masih Jeblok, Ini Alasannya

Oleh : Uji sukma medianti | Rabu, 3 Mei 2017 | 18:36 WIB
Serapan Gabah Bulog Masih Jeblok, Ini Alasannya
Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo mengakui serapan gabah pada April 2017, tidak maksimal. Angkanya hanya 61%.

Imam mengaku, beberapa kendala yang membuat gabah sulit terserap adalah permintaan pasar yang relatif tinggi. Lantaran, penyaluran rastra belum berjalan lancar pada Januari-April 2017. "Berdasarkan data mingguan perdagangan di PIBC, harga IR-III bergerak stabil sejak awal tahun, namun mulai bergerak naik menjelang akhir triwulan I-2017," jelas Imam di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Imam bilang, pada puncak panen raya, sebagian beras yang dihasilkan masuk ke pasar untuk memenuhi permintaan. Disamping itu, kapasitas gudang Bulog menjadi kendala bagi penyaluran rastra. "Bulog telah melakukan sewa gudang sebanyak 158 unit dengan kapasitas 257.832 ton dengan total biaya Rp5,6 miliar," ungkapnya.

Untuk diketahui, harga gabah (GKP) maupun beras di tingkat penggilingan serta beras di tingkat eceran (termurah/terendah) bergerak di atas HPP.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada April 2017, harga GKP di tingkat penggilingan Rp 4.391/kg, atau 18,6% diatas HPP. Sedangkan harga beras medium di penggilingan mencapai Rp 8.654/kg.

Sementara harga eceran termurah pada April 2017 sebesar Rp 8.966/kg. Sehingga, kecenderungan harga beras di pasar, khususnya minggu terakhir triwulan I-2017 berkorelasi terhadap penurunan serapan beras harian pada April 2017. [ipe]

 
x