Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:36 WIB

Gudang Terbatas, Bulog Sedia Rp5,6M untuk Sewa

Oleh : Uji sukma medianti | Kamis, 4 Mei 2017 | 01:09 WIB
Gudang Terbatas, Bulog Sedia Rp5,6M untuk Sewa
Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Perum Bulog, Imam Suswono - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perum Bulog berperan sebagai operator pemerintah. Dalam menjalankan tugas, ada kendala berat. Yaitu terbatasnya kapasitas gudang.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Perum Bulog, Imam Suswono bilang, keterbatasan gudang ini, berdampak kepada minimnya serapan gabah dari petani.

Untuk memperbesar kapasitas gudang, kata Imam, Bulog terpaksa menyewa. Agar mampu menampung beras sebanyak 257.832 ton dengan biaya Rp5,6 miliar. "Kendala (soal keterbatasan) space(gudang) kami sudah sewa space gudang yakni sebanyak 257.832 juta ton kapasitasnya dengan biaya Rp 5,6 miliar," kata Imam di Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Disamping itu, kata Imam, Perum Bulog juga memanfaatkan gudang milik pemerintah daerah (pemda). Hanya saja tidak semua pemda memiliki gudang. "Di pemda juga punya gudang. Pertama kami akan sediakan anggaran lebih," ungkap Imam.

Imam bilang, setidaknya Bulog harus bisa menyerap 15% dari produksi. Selain itu, Bulog terus berupaya untuk menggenjot fungsi saluran pengadaan. "Kami juga akan kembangkan kerja sama BUMDEs dengan membangun mitra BUMDes," ucapnya.

Dengan begitu, Imam berharap Bulog bisa lebih dekat dengan petani. Sehingga sesuai arahan Menteri Pertanian, bahwa area yang mengalami surplus bisa langsung mengirimkan stok ke Bulog untuk didistribusikan ke area yang mengalami defisit stok. "Yang surplus tidak perlu didistribusikan kemana-kemana, kalau BUMDes ada dana untuk penggilingan maka dia jual ke bulog dalam bentuk beras," ucapnya.

Selanjutnya, kalau di suatu desa memiliki gudang atau lumbung padi, maka beras yang dibeli Bulog tidak perlu dibawa semua oleh Bulog."Misal ada 100 ton produksi tapi yang diperlukan oleh suatu desa hanya 30 ton maka yang 70 ton dia jangan dibawa ke Bulog tapi simpan di gudang milik desa itu," ujarnya.

Hingga April 2017, kata Imam, Bulog telah menambah gudang sewa baru dengan kapasitas 257.832 ton dengan total anggaran Rp 5.621.914.202. [ipe]

Komentar

 
x