Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 28 Mei 2017 | 11:39 WIB

Cantrang Berpolemik, Jokowi Akui Pemerintah Luput

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 4 Mei 2017 | 12:50 WIB
Cantrang Berpolemik, Jokowi Akui Pemerintah Luput
Presiden Joko Widodo - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali menyoal polemik pelarangan alat penangkap ikan pukat atau cantrang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Jokowi sangat menyayangkan, lantaran masalah cantrang ini, tak bisa selesai selama puluhan tahun. Hal itu terjadi akibat pemerintah luput, melupakan pentingnya penggunaan teknologi.

Ke depan, Jokowi menginginkan para nelayan diberikan tuntunan mengenai teknologi. Agar nelayan semakin mudah dalam bekerja dengan hasil yang lebih maksimal. "Nelayan-nelayan kita jangan terus disuruh kerja dengan pola yang lama," kata Jokowi dalam rakornas Kemenko Kemaritiman di TMII, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Sebaliknya, lanjut Jokowi, pemerintah harus mampu 'meloncatkan' nelayan ke cara kerja yang baru. "(Nelayan) Harus berani kita loncatkan ke dunia yang lain," ujarnya.

Seperti biasa, Jokowi lalu membandingkan dengan negara lain. Kali ini dia mencontoh Taiwan yang telah bicara soal penggunaan offshore dan aquaculture.

"Taiwan, mereka bicara soal offshore aquaculture. Ajari negara kita untuk mengetahui barang apa ini, yang nilai tambahanya bisa puluhan kali daripada yang kita lakukan berpuluh-puluh tahun ini (menggunakan cantrang)," tuturnya.

Padahal, menurut Jokowi, penggunaan kedua teknologi modern untuk menangkap ikan itu tak perlu merogoh kocek yang dalam. "Saya tanya berapa harganya? Rp 47 miliar,tidak mahal. Kalau belum bisa kerjakan sendiri, join kan kerja sama kan supaya ada transfer knowledge . Tanpa itu kita tidak akan pernah meloncat," jelasnya. [ipe]

 
x