Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 01:33 WIB

Ini Penopang Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2017

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 5 Mei 2017 | 10:26 WIB
Ini Penopang Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2017
Konfrensi Pers Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2017, yang dipimpin Kepala BPS Kecuk Suhariyanto - (Foto: Inilahcom/M Fadil Djailani)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2017 mencapai 5,01%, pertumbuhan ekonomi ini lebih baik ketimbang pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2016 yang sebesar 4,94%.

Lantas apa yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2017 lebih baik ketimbang pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya?

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengungkapkan bahwa penopang utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2017 lantaran positifnya kinerja perdagangan Indonesia baik ekspor maupun impor, yang mencatatkan surplus perdagangan.

"Harga komoditas yang mulai membaik, membuat ekspor Indonesia membaik sepanjang triwulan I 2017," kata Kecuk dalam konfrensi pers di Kantor BPS Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Selain itu membaiknya perekonomian global juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2017, seperti membaiknya ekonomi Tiongkok yang tumbuh 6,9 persen dari sebelumnya 6,7 persen, perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) menguat 1,9 persen dari sebelumya 1,8 persen, dan perdagangan dengan Singapura menguat 2,5 persen dari sebelumnya 1,9 persen.

"Ekonomi global juga membaik dan kita harapkan terua membaik," ujarnya.

Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia US$40,61 miliar atau naik 1,33 persen secara kuartalan dan meningkat 20,84 persen secara tahunan. Sedangkan nilai impor Indonesia US$36,68 miliar atau menurun 0,75 persen secara kuartalan, namun meningkat 14,83 persen secara tahunan.

Selain perdagangan ekspor dan impor, pengeluaran pemerintah rupanya turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Tercatat, realisasi belanja pemerintah sampai kuartal I 2017 telah mencapai Rp400,14 triliun atau 19,23 persen dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang mencapai Rp2.080,5 triliun.

"Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2016 yang sebesar Rp391,04 triliun atau 18,77 persen dari pagu 2016 Rp2.082,9 triliun," kata Kecuk.

Sementara dari sisi konsumsi rumah tangga, masih cukup baik meski dari sisi inflasi cukup tertekan. Pasalnya, dalam tiga bulan pertama, masyarakat Indonesia mengalami sejumlah tekanan dari pengeluaran rumah tangga yang tercermin dari fluktuatifnya inflasi, tercatat Januari inflasi 0,97 persen, Februari inflasi 0,23 persen, Maret deflasi 0,02 persen. [hid]

 
Embed Widget

x