Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 21:12 WIB

Perkuat Sinergi BI-LPS Antisipasi Global Effect

Oleh : Dewa putu sumerta | Jumat, 5 Mei 2017 | 13:36 WIB
Perkuat Sinergi BI-LPS Antisipasi Global Effect
Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) - (Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Kuta - Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna menjaga stabilitas sistem keuangan. Mengantisipasi kemungkinan terburuh dari ketidakpastian global.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto dalam seminar bertajuk Peran Strategis BI dan LSP dalam Memelihara Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia di Kuta, Bali, Kamis (4/5/2017).

"Kami perlu terus meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi tantangan ke depan. Ini tanggung jawab bersama antara BI, LPS, OJK, Kementerian Keuangan dan industri, serta stakeholder lainnya untuk saling bahu-membahu dalam memelihara kestabilan sistem keuangan," ucap Erwin.

Meskipun demikian, Erwin bilang, prospek perekonomian global dan domestik, diperkirakan membaik. Sejalan dengan optimisme IMF yang merevisi pertumbuhan ekonomi global. Namun, tantangan yang akan dihadapi, tidak ringan karena masih diliputi ketidakpastian yang tinggi.

Dalam jangka pendek, kata dia, sumber risiko terbesar datang dari luar yaitu berkaitan dengan rencana Bank Sentral Amerika Serikat, the Fed, untuk melakukan peningkatan Fed Fund Rate yang akan diikuti oleh proses normalisasi neraca keuangannya.

"Sementara dari sisi domestik, terdapat potensi tekanan inflasi yang bersumber dari rencana pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM," ungkap Erwin.

Sementara, Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan bilang: "Peran LPS saat ini lebih ditingkatkan terutama menyangkut penanganan krisis keuangan setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 9 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK, red)."

UU PPKSK, lanjutnya, memuat beberapa prinsip utama yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan tata kelola dalam pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan. Prinsip utama itu yakni penguatan peran dan fungsi serta koordinasi antara keempat lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (BI, LPS, OJK, dan Kementerian Keuangan).

"Selain itu mendorong upaya pencegahan krisis melalui penguatan fungsi pengawasan perbankan, khususnya bank yang ditetapkan sebagai bank sistemik," kata Fauzi. [ipe]

Tags

Komentar

 
x