Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 16:31 WIB

Rumah Murah di Batam? Menteri Basuki Angkat Tangan

Oleh : - | Jumat, 5 Mei 2017 | 14:38 WIB
Rumah Murah di Batam? Menteri Basuki Angkat Tangan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochammad Basuki Hadimoeljono - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Batam - Pekan-pekan ini, Presiden Joko Widodo sibuk meresmikan proyek hunian murah, cocok untuk pekerja atau buruh. Hanya saja, lokasinya masih di pinggiran DKI Jakarta, bagaimana daerah lain?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochammad Basuki Hadimoeljono angkat tangan saat ditanya peluang rumah murah berdiri di Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Kepri memang bagian dari program sejuta rumah. Tapi di Kepri, khususnya Batam jarang ada rumah murah. Pengembang di Batam cenderung lebih fokus kepada pembangunan rumah menengah ke atas," kata Basuki usai peletakan batu pertama pembangunan Asrama Mahasiswa di Batam, Jumat (5/5/2017).

Pengembang di Batam, ternyata lebih memilih membangun rumah menengah ke atas, lantaran harga lahan selagit, khususnya di pulau utama. Hanya pengembang nekat yang berani membangun rumah murah di Batam.
"Lahan menjadi kendala tersendiri, sehingga harganya akan dikaji lagi," kata Basoeki.

Namun, kata Basuki, hunian murah yang cocok dikembangkan di Batam adalah bangunan vertikal, atau rusunami. Saat ini, pemerintah tengah membangun dua menara rusun (rumah susun) di Batam, rencananya ditambah tiga menara lagi.

Basuki mengingatkan dalam program sejuta rumah murah, pemerintah menawarkan Fasilitas Likuidasi Penyediaan perumahan (FLPP). Di mana, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni Rp4 juta hingga Rp7 juta, sudah bisa menikmati FLPP.m

"Masyarakat bisa membeli rumah dari BTN dengan uang muka 1 persen. Pemerintah juga memberikan bantuan uang tunai Rp4 juta untuk membantu membayar uang muka dan administrasi lainnya," kata Basuki.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam, Herman Rozie mengatakan, Pemkot Batam telah mengajukan pembangunan dua menara kembar rusunawa (rumah susun sederhana sewa) pada 2018. "Kami ajukan rusun, yaitu dua menara kembar di belakang Batamindo dan satu menara kembar di Tanjunguncang, Putra Jaya," kata Herman.

Satu menara kembar mampu menampung 70 hingga 80 unit Rusun."Hampir seluruh rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ini amanat undang-undang," kata Herman. [tar]

Komentar

 
x