Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Agustus 2017 | 16:41 WIB

Pertumbuhan Kuartal I-2017, Tebakan Darmin Jitu

Oleh : M fadil djailani | Jumat, 5 Mei 2017 | 15:27 WIB
Pertumbuhan Kuartal I-2017, Tebakan Darmin Jitu
Menko Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebelum BPS merilir angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2017, Menko Perekonomian Darmin Nasution sudah memprediksi angka minimalnya 5%. Ternyata benar, pertumbuhannya 5,01%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2017 sebesar 5,01%. Angka ini lebih tinggi ketimbang triwulan I-2016 yang mencapai 4,92%.

Sementara Menko Perekonomian Darmin Nasution, terlihat cukup sumringah lantaran tebakannya benar. "Yah lebih baik dari kuartal I tahun lalu, yah," kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Meski begitu, Darmin mengaku belum puas dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang baru dirilis BPS itu. Mengingat, kinerja ekspor sepanjang kuartal I-2017, cukup bagus.

"Tapi ya, sebetulnya kita mengharapkan lebih dari itu (5,01%). Karena memang ada kenaikan eskpor. Terutama karena kenaikan harga komoditas. Ini seharusnya menaikkan konsumsi dan penghasilan bagi masyarakat, khususnya di Sumatera dan Kalimantan," papar Darmin.

Darmin berharap, dampak ekonomi dari naiknya harga komoditas baru terasa di kuartal selanjutnya dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Tapi mungkin dampaknya belum kelihatan, mungkin kuartal berikutnya. Tapi pada dasarnya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% itu sudah bagus. Kita berharap, kuartal-kuartal selanjutnya lebih tinggi, karena polanya seperti itu. Kita berharap pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa 5,3%," kata Darmin.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto bilang, penopang utama pertumbuhan ekonomi di triwulan I 2017 adalah membaiknya kinerja perdagangan baik ekspor maupun impor. Di mana, neraca perdagangan mengalami surplus. "Harga komoditas yang mulai membaik, membuat ekspor Indonesia membaik sepanjang triwulan I 2017," kata Kecuk.

Kecuk memaparkan sejumlah perbaikan perekonomian global yang memicu pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2017. Semisal, membaiknya ekonomi China yang tumbuh 6,9% dari sebelumnya 6,7%. Atau penguatan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) sebesar 1,9%, sebelumya 1,8%, serta menguatnya perdagangan dengan Singapura sebesar 2,5%, sebelumnya 1,9%. "Ekonomi global juga membaik dan kita harapkan terua membaik," ujar kecuk.

Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia US$40,61 miliar, atau naik 1,33% secara kuartalan. Dan melompat 20,84% secara tahunan. Sedangkan nilai impor Indonesia US$36,68 miliar atau menurun 0,75% secara kuartalan, namun meningkat 14,83% secara tahunan.

Selain perdagangan ekspor dan impor, pengeluaran pemerintah rupanya turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Tercatat, realisasi belanja pemerintah sampai kuartal I 2017 telah mencapai Rp400,14 triliun atau 19,23 persen dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang mencapai Rp2.080,5 triliun. "Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2016 yang sebesar Rp391,04 triliun atau 18,77 persen dari pagu 2016 Rp2.082,9 triliun," kata Kecuk.

Sementara dari sisi konsumsi rumah tangga, masih cukup baik meski dari sisi inflasi cukup tertekan. Pasalnya, dalam tiga bulan pertama, masyarakat Indonesia mengalami sejumlah tekanan dari pengeluaran rumah tangga yang tercermin dari fluktuatifnya inflasi, tercatat Januari inflasi 0,97%, Februari inflasi 0,23%, Maret deflasi 0,02%. [ipe]

 
x