Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 Juli 2017 | 05:53 WIB

Mentan dan Panglima TNI Raih Penghargaan dari KTNA

Oleh : - | Jumat, 5 Mei 2017 | 14:54 WIB
Mentan dan Panglima TNI Raih Penghargaan dari KTNA
(Foto: inilahcom/Dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Banda Aceh - Menteri Pertanian Amram Sulaiman bersama Panglima TNI Gatot Nurmantyo dianugerahi Lencana Adhi Bhakti Tani dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional. Penghargaan diberikan pada Pekan Nasional (Penas) KTNA Ke-15 di Aceh, Jumat (5/5/2017).

Kedua tokoh ini dinilai ikut berperan besar mendorong kemajuan pesat di bidang pertanian, bahkan Indonesia sudah mencapai swasembada beras. Mentan dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketahanan negara ditentukan oleh ketahanan pangan. Saat ini stok beras di Bulog sudah mencapai 2,2 juta ton, di Jakarta sudah ada 400.000 ton.

"Jelang Ramadhan dan Lebaran, Alhamdulillah tidak ada gejolak harga, jika ada pangan yang harganya naik, maka ada yang tidak benar, dan kami sudah berkoordinasi dengan Kapolri dan instansi terkait untuk lakukan pengawasan secara intensif," ungkap Amran pada acara yang juga dihadiri Gubernur Aceh Darussalam dan para Ketua KTNA dari seluruh propinsi.

Terkait ketahanan pangan, Mentan kembali menghimbau para Bupati untuk menjadi petarung yaitu memanfaatkan lahan-lahan di perbatasan untuk ditanam padi maupun jagung selain untuk kebutuhan juga memiliki potensi untuk ekspor, "Jika kita mampu banjiri negara tetangga dengan produk kita, Insya Allah kita akan dikenang selamanya," kata dia.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, petani dan nelayan adalah manusia-manusia pahlawan bagi negara karena pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,02% pada 2016 adalah dari sektor, pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. "Petani dan nelayan bekerja mewujudkan ketahanan pangan," jelasnya.

Gatot mengingatkan saat ini terjadi kompetisi global, perlombaan ekonomi besar besaran, bukan lagi persaingan antarnegara tetapi perlombaan antarmanusia, maka yang terjadi adalah migrasi besar besaran manusia untuk mendapatkan daerah daerah yang lebih menjanjikan secara ekonomi. "Ini berpotensi terjadinya penjajahan secara ekonomi. jika ini terjadi nelayan dan petani akan terancam. Solusinya menurut Gatot diperlukan pembinaan baik bagi nelayan maupun petani selain untuk ketahan pangan juga untuk kesejahteraan," tambah Panglima TNI.

 
x