Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:51 WIB

BI: Rapor Industri Manufaktur Masih Merah

Oleh : - | Jumat, 5 Mei 2017 | 16:38 WIB
BI: Rapor Industri Manufaktur Masih Merah
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, pertumbuhan industri pengolahan (manufaktur) pada triwulan I-2017, sebesar 4,21% (year on year/yoy), tergolong rendah.

Mirza bilang, porsi sektor manufaktur terhadap perekonomian Indonesia termasuk yang terbesar, yakni 20%. Seharusnya, industri manufaktur bisa tumbuh lebih tinggi, minimal 6% seperti beberapa tahun sebelumnya. "Maka itu, keinginan pemerintah untuk mempermudah izin usaha di manufaktur kami harapkan dapat berbuah signifikan," ujar Mirza.

Oleh karena itu, kata Mirza, laju industri manufaktur di paruh pertama 2017, dapat menjadi sinyal kepada pemerintah agar reformasi struktur perekonomian dapat berjalan konsisten.

Reformasi industri manufaktur menekankan pengolahan bahan mentah atau bahan sumber daya alam Indonesia menjadi barang bernilai tambah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor dan juga menambah lapangan tenaga kerja karena proses industrialisasi yang terjadi.

Melihat kinerja manufaktur beberapa tahun sebelumnya, Indonesia lebih banyak mengekspor bahan mentah. Ketika sumber bahan mentah itu habis, harga bergejolak di pasar global. Namun, manfaat ekonomi yang didapat Indonesia, sangat kecil.

Laju industri manufaktur atau pengolahan di triwulan I, jika dibandingkan triwulan IV 2016 hanya 0,52%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I-2017 sebesar 5,01 persen (yoy).

Sedangkan industri manufaktur tumbuh 4,21%, sektor ekonomi dengan pertumbuhan terbesar dicapai sektor informasi dan komunikasi 9,1% (yoy) dan pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 7,12% (yoy).

Terkait pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017 sebesar 5,01% (yoy), dinilainya masih lumayan. Meskipun masih di bawah ekspetasi pemerintah. Sementara proyeksi BI, pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2017 di bawah 5%, yakni di kisaran 4,8%-4,9%. [tar]

 
x