Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 13:58 WIB
Hightlight News

Sinergi Pengawasan Jadi Kunci Sukses Koperasi

Oleh : - | Jumat, 5 Mei 2017 | 17:33 WIB

Miliki Sertifikat

Sinergi Pengawasan Jadi Kunci Sukses Koperasi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengawasan koperasi merupakan ujung tombak dari keberhasilan koperasi. Karena itu dibutuhkan sinergitas pengawasan koperasi baik di tingkat pusat dan daerah.

"Rapat Koordinasi Satgas Pengawasan Pusat dan Satgas Pengawasan Daerah merupakan salah satu upaya  meningkatkan sinergitas dalam bidang pengawasan koperasi, meningkatkan fungsi pengawasan yang efektif dan efisien sesuai dengan wilayah keanggotaannya. Selain itu juga
mendorong pengelolaan koperasi dalam menerapkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai koperasi sesuai jatidiri koperasi," ujar Sekretaris Kemenkop dan UKM, Agus Muharram dalam pembukaan Rakor Satgas Pengawasan Pusat Dengan Satgas Pengawasan Daerah tahun 2017, Kamis (4/5/2017) di Jakarta.

Turut hadir dalam acara itu, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Suparno, Kepala Dinas Koperasi Nusa Tenggara Timur Thomas, Asisten Deputi Pengawasan Koperasi Daniel Asnur.

Agus memaparkan, berdasarkan data Kementerian koperasi dan UKM, jumlah koperasi yang wilayah keanggotaannya lintas privinsi sebesar 1.236 unit,  koperasi yang wilayah keanggotaannya lintas kabupaten sebesar 7.998 unit,  koperasi dengan wilayah keanggotaannya dalam kabupafen sebanyak 194.270.

Jumlah tersebut dinilai cukup besar, mengingat jumlah SDM yang tersedia sangat terbatas.
"Untuk itu, dalam melaksanakan tugasnya,  Deputi Bidang Pengawasan memerlukan dukungan bersama dari berbagai pihak, termasuk membentuk Satuan Tugas Pengawasan Kpperasi dengan dukungan anggaran dana dekonsentrasi," kata Agus.

Menurur Agus, tugas Satgas adalah salah satu tugas mulia dalam rangka pembenahan koperasi kedepan, menjadi koperasi yang berkualutas, kuat, sehat, mandiri, tangguh, dan akuntabel.  

Untuk itu, Agus  meminta agar satgas pengawasan dapat meningkatkan pengawasan dengan melakukan kunjungan ke daerah-daerah.

Sementara itu, Suparno Deputi Bidang Pengawasan mengatakan, jumlah anggota satgas yang mencapai 1.712 orang, dengan jumlah koperasi aktif sebanyak 150.223 unit yang tersebar di seluruh Indonesia sudah bersinergi dengan instansi lain, staff kepresidenan,  dan unit lainnya untuk melakukan pengawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

"Karena Pak Presiden sudah mnghimbau,  pesan dan pengaduan dari masyarakat itu jangan diabaikan. Kita ini setiap hari memang harus melayani,  baik itu masyarakat maupun anggota. Maka kita buka pelayanan," ungkap Suparno.

Suparno juga mengatakan,  bahwa pihaknya sudah memiliki beberapa peraturan yang menurutnya dapat menjadi bekal bagi para satgas pengawasan. Ia juga menghimbau untuk para satgas agar dapat mempercepat SK satgas.

Saat ini sudah banyak koperasi yang meminta diperiksa kualitas koperasinya.

"Mereka minta diperiksa, apakah mereka sudah sesuai dengan peraturan-peraturan yang kita buat atau belum,"  akunya.

Tetapi, tambah , ada juga yang tidak mau diperiksa dengan alasan belum siap. Kalau mereka tertib membuat laporan dan mengikuti aturan,  pasti kapanpun mereka siap diperiksa.

Miliki Sertifikat

Agus menghimbau agar Dinas memberikan pelatihan sertifikasi dengan Deputi SDM dan Deputi Pengawasan untuk meningkatkan kualitas dan mendapatka sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi bbagi pengurus atau pengawas koperasi.

Koperasi juga diharapkan memiliki  kemampuan IT. "JIka belum memiliki keahlian dalam bidang tersebut,  saya minta Deputi Bidang Pengawasan dapat melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi maupun lembaga lainnya," kata Agus

Setelah itu,  dilakukan inventarisasi yang meliputi potensi dan masalah dari masing-masing koperasi daerah.

Hal hal itu  yang yang diharapkan dapat diketahui setelah rakornas yang rencananya dilaksanakan selama 2 hari, yaitu 4-5 Mei 2017. [hid] 

1

Tags

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

Embed Widget
x